Pengertian Titrasi Argentometri, Faktr-faktornya & Metodenya

Posted on 13 views

Pengertian Titrasi Argentometri

Faktor yang Mempengaruhi Kelarutan dalam Titrasi Pengendapan

Macam macam Metode Titrasi Argentometri

1. Titrasi Argentometri Metode Mohr

2. Titrasi Argentometri Metode Volhard

3. Titrasi Argentometri Metode Fajans

Cara Penetapan Titik Akhir dalam Reaksi Pengendapan (Argentometri)

1. Pembentukan Suatu Endapan Berwarna

2. Pembentukan Sebuah Senyawa yg Berwarna dan Bisa Larut

tiga. Penggunaan Indikator Adsorpsi

Perbedaan Metode Mohr Volhard dan Fajans Pada Argentometri

Pengertian Titrasi Argentometri – Salah satu jenis dari titrasi pengendapan yang telah lama dikenal yaitu melibatkan reaksi pengendapan antara ion halida (Cl-, I-, Br-) dan ion perak Ag+. Biasanya titrasi ini dikenal dengan sebutan Titrasi Argentometri.  Dasar darti titrasi argentometri yaitu pembentukan endapan yang tidak mudah untuk larut antara titran dengan analit. Sebagai contoh yang paling banyak digunakan ialah titrasi penentuan NaCL dimana ion Ag+ dari titran akan bereaksi dengan ion Cl- dari analit membentuk garam AgCl yang tidak mudah larut. Lalu apa apa itu titrasi argentometri? Sudah tahukah kamu apa yang dimaksud dengan titrasi argentometri? Untuk teman-teman yang belum tahu maka di sini kami akan memberikan penjelasan tentang definisi titrasi argentometri.

Pengertian Titrasi argentometri

1. Pengertian Titrasi Argentometri
2. Faktor yang Mempengaruhi Kelarutan Dalam Titrasi Pengendapan
3. Macam macam Metode Titrasi Argentometri
3.1 Titrasi Argentometri Metode Mohr
3.2 Titrasi Argentometri Metode Volhard
3.3 Titrasi Argentometri Metode Fajans
4. Cara Penetapan Titik Akhir dalam Reaksi Pengendapan (Argentometri)
5. Perbedaan Metode Mohr Volhard dan Fajans Pada Argentometri

Argentometri adalah istilah yang diturunkan berdasarkan bahasa latin yaitu Argentum yang ialah perak. Titrasi Argentometri acapkali kali disebut menjadi Titrasi Pengendapan. Jadi argentometri itu merupakan keliru satu cara yang digunakan buat menentukan kadar zat dalam suatu larutan yang dilakukan menggunakan tritasi dari pembentukan endapan menggunakan ion Ag. Lalu apa itu titrasi argenometri? Titrasi argentometri merupakan teknik khusus yg digunakan buat memutuskan perak dan senyawa halida. Penetapan kadar zat analit didasari sang pembentukan endapan.

Atau definisi titrasi argentometri yaitu penetapan kadar zat yg didasari atas adanya reaksi pembentukan endapan dari komponen zat uji menggunakan titran larutan titer perak nitrat. Atau yg dimaksud titrasi argentometri adalah titrasi yg melibatkan pembentukan endapan menurut garam yang tidak mudah larut antara titran menggunakan analit.

Terdapat beberapa faktor yang menghipnotis kelarutan dalam titrasi pengendapan/ titrasi argentometri.

  • Temperatur, kelarutan akan bertambah jika temperatur mengalami kenaikan.
  • Efek ion sejenis, kelarutan endapan dalam air berkurang apabila larutan itu mengandung satu dari ion-ion yang menyusun endapan.
  • Sifat pelaut, garam anorganik lebih larut di dalam air, berkurangnya kelarutan di dalam organik bisa dipakai sebagai dasar dalam pemisahan dua zat.
  • Pengaruh pH, larutan garam dari asam lemah itu bergantung dari pH larutannya.
  • Efek ion-ion lain, endapan dapat bertambah kelarutannya jika dalam larutan ada garam yang beda dengan endapan.
  • Pengaruh kompleks. Kelarutan dari garam yang sedikit larut adalah fungsi konsentrasi zat lain yang membentuk kompleks dengan kation garam tersebut.
  • Pengaruh hidrolisis, apabila garam dari asam lemah dilarutkan ke dalam air, maka dapat menghasilkan (H), kation dari spesies garam akan mengalami hidrolisis sehingga kelarutannya bertambah.

Terdapat macam macam metode titrasi argentometri yg dikembangkan, yaitu metode Mohr, Volhard, dan FAjans.

Metode mohr pada titrasi argentometri yaitu metode yg terbatas buat lartutan menggunakan nilai pH kurang lebih 6 hingga 10. Perak oksida akan meengndap dalam larutan yang lebih basa.

Kegunaan berdasarkan metode Mohr adalah sebagai penetapan kadar Bromida atau Klorida. Prinsip penetapannya larutan bromida atau klorida pada keadaan netral atau agak alkalis diitrasi menggunakan larutan perak nitrat dengan indikator kromat. Jika ion bromida atau klorida sudah habis diendapkan sang ion perak, maka ion kromat akan bereaksi dengan ion perak membangun endapan perak kromat yang warnanya coklat meerah sebagai titik akhir titrasi. Larutan standarnya adalah larutan perak nitrat menggunakan indikator larutan kalium kromat.

Metode volhard merupakan metode yg pertama kali diperkenalkan dalam tahun 1874 sang Jacobus Volhard, yang adalah seorang ahli kimia dari Jerman. Metode volhard pada titrasi argentometri larutan standar AgNO3 berlebih dibubuhi ke pada larutan yg didalamnya terkandung ion halogen (misalnya Cl-). Kelebihan menurut ion Ag pada keadaan asam dititrasi menggunakan baku garam tiosianat (NH4SCN atau KSCN) memakai indikator larutan Fe3 . Hingga titik ekivalen, terjadi sebuah reaksi antara titran & Ag membentuk sebuah endapan putih. Apabila titran kelebihan maka bisa menyebabkan reaksi dengan indikator membangun senyawa kompleks tiosianato ferrat (III) yg warnanya merah.

Metode fajans dalam argentometri sama halnya dengan pada metode Mohr, perbedaannya hanya pada jenis indikator yang dipakai. Indikator yang dipakai dalam metode fajans yaitu indikator adsorpsi seperti fluonescein atau cosine menurut macam anion yang diendapkan oleh Ag+. Titrannya yaitu AgNO3 sampai suspensi violet menjadi merah. pH tergantung dari macam anion dan indikator yang digunakan. Indikator adsorpsi yaitu zat yang bisa diserap oleh permukaan endapan dan menyebabkan timbulnya warna. Pengendapan tersebut bisa diatur supaya terjadi di titik ekuivalen antara lain dengan cara menentukan macam indikator yang digunakan  dan PH. Sebelum titik ekuivalen dapat tercapai, ion Cl- ada dalam lapisan primer dan sesudah tercapai ekuivalen maka akan kelebihan sedikit AgNO3 yang menyebabkan ion Cl- digantikan Ag+ sehingga ion Cl- berada dalam lapisan sekunder.

Terdapat tiga macam cara penetapan titik akhir pada reaksi pengendapan, diantaranya yaitu menjadi berikut:

Bisa diilustrasikan dengan mohr untuk penetapan bromide dan klorida. Dalam titrasi sebuah larutan netral dari ion klorida dengan larutan perak nitrat, sedikit ditambahkan larutan kalium kromat sebagai indikator. Di titik akhir, ion kromat bergantung dengan ion perak untuk membentuk perak kromat merah yang hanya sedikit bisa larut.  Hendaknya titrasi ini dilakukan ketika suasana netral atau sedikit basa, yaitu dalam jangkauan pH 6,59.

Contoh dari cara ini yaitu dalam metode volhard untuk tritasi perak dengan terdapatnya asam nitrit bebas menggunakan larutan kalium atau ammonium tiosianat standar. Indikatornya yaitu larutan besi (III) amonium sulfat. Dengan penambahan larutan tiosianat maka bisa membuat mula-mula endapan perak klorida. Kelebihan berdasarkan tiosianat yaitu meskipun sedikit dapat membuat pewarnaan coklat kemerahan, hal itu dikarenakan terbentuknya sebuah ion kompleks.

Cara ini bisa diterapkan buat memutuskan klorida, bromide dan iodide pada larutan asam. Larutan perak nitrat standar berlebih ditambahkan dan kelebihannya dititrasi pulang menggunakan larutan tiosianat.

Aksi berdasarkan indikator adsorpsi yaitu ditimbulkan sebuah berita jikalau pada titik ekuivalen, indikator itu diadsorpsi oleh endapan. Ketika proses adsorpsi terjadi sebuah perubahan dalam indikator yang menyebabkan suau zat dengan rona yang tidak sama, maka disebutlah indikator adsorpsi. Zat-zat yg digunakan yaitu zat-zat rona asam, misalnya warna deret flouresein misalnya flouresein en eosin yg digunakan menjadi garam natriumnya.

Untuk tritasi klorida dapat dipakai flouresein. Sebuah larutan perak klorida dititrasi menggunakan larutan perak nitrat, maka perak klorida yang akan mengendap mengadsorpsi ion-ion klorida. Ion flouresein akan menciptakan sebuah kompleks dari perak yang warnanya merah jambu.

Berikut ini adalah beberapa perbedaan metode dalam titrasi argentometri antara Metode Mohr, Volhard dan Fajan:

Pengertian Titrasi Argentometri

Dari ketiga metode tadi yg paling stabil yaitu metode voland. Tetapi metode ini memakai asam sianida (HCN) yg sifatnya toxik.

Itulah penerangan yg dapat kami berikan mengenai apa Pengertian Titrasi Argentometri. Semoga penjelasan di blog temukan pengertian ini bisa memberikan manfaat bagi kita.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × one =