Pengertian Pajak Fungsi dan Jenis-jenisnya

Posted on 6 views

Pengertian Pajak

Pengertian Pajak Menurut Para Ahli

Pengertian Pajak Menurut UU No 16 Tahun 2000

Pengertian Pajak Menurut UU No 6 Tahun 1983

Pengertian Pajak Menurut Soemitro

Pengertian Pajak Menurut UU No. 28 tahun 2007 Jo UU No. 16 Tahun 2009 Tentang KUP

Pengertian Pajak Menurut Mardiasmo 2016

Fungsi Pajak

1. Fungsi Anggaran (Finansial)

2. Fungsi Pengatur (Regulasi)

3. Fungsi Pemerataan (Redistribusi Pendapatan)

4. Fungsi Stabilisasi

Jenis-jenis Pajak

Jenis Pajak Berdasarkan Sistem Pemungutannya

Jenis Pajak Berdasarkan Instansi Pemungut

Jenis Pajak Berdasarkan Sifatnya

Manfaat Pajak

1. Manfaat Pajak bagi Pemerintah

2. Manfaat Pajak bagi Masyarakat

Pengertian pajak fungsi dan jenis-jenisnya ? Tentunya kita seluruh sudah seringkali mendengar kata pajak. Misalnya pajak bumi & bangunana, pajak motor & lain sebagainya. Bahkan produk yang kita konsumsi terkadang jua dikenakan pajak. Sepintas pajak memang terlihat memberatkan masyarakat. Namun, bila kita mengetahui apa itu pajak sebenarnya & apa saja fungsi pajak maka pandangan mengenai pajak tersebut akan berubah. Nah bagi engkau yang ingin memahami seperti apa yg dimaksud menggunakan pajak, engkau sanggup membaca pengertian pajak secara generik di sini, selain itu pula masih ada pengertian pajak dari para ahli. Tidak hanya itu saja selain definisi pajak pula kami setakan penerangan mengenai jenis-jenis pajak.

Pengertian Pajak Fungsi dan Jenis-jenisnya

1. Pengertian Pajak
2. Pengertian Pajak Menurut Para Ahli
3. Fungsi Pajak
4. Jenis-jenis Pajak
4.1 Jenis Pajak Berdasarkan Sistem Pemungutannya
4.2 Jenis Pajak Berdasarkan Instansi Pemungut
4.3 Jenis Pajak Berdasarkan Sifatnya
5. Manfaat Pajak
5.1 Manfaat Pajak bagi Pemerintah
5.2 Manfaat Pajak bagi Masyarakat

Pengertian pajak adalah iuran wajib berdasarkan warga pada negara menggunakan nir mendapat imbalan jasa secara pribadi berdasarkan pemerintah. Lantaran pajak dipakai buat kepentingan generik, bukan buat kepentingan langsung. Jadi pengertian pajak merupakan iuran atau pungutan wajib yang dibayarkan rakyat buat negara dan akan dipakai buat kepentingan pemerintah dan warga generik.

Definisi pajak adalah berasal menurut istilah taxo yang berarti pungutan atau iuran wajib warga pada negara dari undang-undang. Pajak sebagai keliru satu sumber dana pemerintah buat melakukan pembangunan, baik itu pada pemerintah pusat juga pada pemerintah daerah. Pungutan pajak bisa dipaksakan hal itu lantaran dilaksanakan berdasarkan berdasarkan undang-undang.

Berikut ini adalah beberapa definisi pajak menurut para pakar:

Pengertian pajak dari undang-undang angka 16 tahun 2000 merupakan bahwa iuran wajib yg dibayarkan wajib pajak kepada pemerintah berdasarkan berdasarkan kebiasaan-norma aturan buat membiayai pengeluaran-pengeluaran kolektif, buat mempertinggi kesejahteraan generik yang balas jasanya tidak diterima secara langsung.

Pengertian pajak berdasarkan undang undang no 6 tahun 1983 yaitu kontribusi wajib kepada negara yang terutang sang pribadi ataupun badan yg sifatnya memaksa menurut undang-undang, dengan tidak menerima timbal kembali yg secara pribadi dan digunakan buat kepentingan negara bagi kemakmuran masyarakat yang sebanyak-besarnya.

Pengertian pajak menurut Prof Dr Rochmat Soemitro SH, bahwa pajak merupakan iuran warga kepada negara dari undang-undang yg berlaku atau peralihan kekayaan berdasarkan sektor partikelir pada sektor publik (bisa dipaksakan & langsung ditunjuk) yg digunakan buat membiayai keperluan negara.

Bahwa pajak adalah kontribusi harus kepada negara yang terutang sang orang langsung ataupun badan yang sifatnya memaksa berdasarkan undang-undang, menggunakan nir memperoleh imbalan secara pribadi dan dipakai buat kepentingan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran warga .

Pengertian pajak dari mardiasmo merupakan iuran masyarakat pada kas negara menurut undang-undang (yg dipaksakan) menggunakan tidak menerima kontraprestasi atau jasa timbal yg langsung bisa ditujukan & dipakai untuk membayar pengeluaran generik.

Penetapan pajak tentunya mempunyai fungsi yang besar bagi negara & pula rakyatnya. Adapun fungsi pajak adalah menjadi berikut adalah:

Fungsi anggaran adalah fungsi buat memasukkan uang ke pada kas negara (menjadi sumber pemasukan negara) yg bisa dipakai buat pengeluaran negara baik itu pengeluaran rutin juga buat pembangunan.

Fungsi pengatur adalah pajak buat mengatur kebijakan negara pada bidang sosial dan ekonomi. Fungsi ini mengatur beberapa hal misalnya menghambat laju inflasi, memberikan perlindungan akan barang produksi pada negeri, mendorong kegiatan ekspor, mengatur investasi kapital yg membantu perekonomian supaya sebagai semakin produktif.

Fungsi pemerataan adalah buat menyeimbangkan atau menyesuaikan pembagian pendapatan menggunakan kebahagiaan dan kesejahteraan warga .

Fungsi stabilisasi merupakan buat menstabilkan syarat perekonomian negara, misalnya seperti inflasi menggunakan cara mengurangi sirkulasi uang atau deflasi menggunakan cara menambah jumlah sirkulasi uang.

Pajak mempunyai beberapa jenis dari menurut beberapa hal yaitu berdasarkan golongan atau sistem pemungutan, berdasarkan instansi pemungut dan berdasarkan sifatnya. Penjelasan tntang jenis-jenis pajak merupakan menjadi berikut ini:

Jenis pajak berdasarkan sistem pemungutan atau jenis pajak berdasarkan golongannya merupakan sebagai berikut ini:

  1. Pajak langsung adalah pajak yang dikenakan kepada wajib pajak secara berkala berdasarkan periode tertentu yang tidak bisa dialihkan kepada pihak lain. Contoh pajak langsung adalah pajak penghasilan serta pajak bumi dan bangunan.
  2. Pajak tidak langsung adalah jenis pajak yang hanya dipungut di saat-saat tertentu dan bisa dialihkan ke pihak lain atau bisa dilimpahkan langsung oleh yang membbayar pajak kepada konsumen. Contoh pajak tidak langsung adalah pajak atas barang mewah dan pajak pertambahan nilai.

Adapun jenis pajak berdasarkan instansi pemungutannya merupakan menjadi berikut ini:

  1. Pajak negara adalah jenis pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat melalui sebuah instansi seperti dirjen pajak, kantor inspeksi pajak di berbagai daerah, dan dirjen bea cukai. Contoh pajak negara adalah pajak pertambahan nilai, pajak penghasilan, pajak bumi dan bangunan, pajak migas, bea materai, bea masuk.
  2. Pajak daerah adalah pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah dispenda contoh pajak daerah yaitu pajak restoran, pajak hotel,pajak reklame, pajak hiburan, pajak kendaraan bermotor, pajak bahan bakar dan lain-lain.

Jenis pajak menurut sifatnya dibagi sebagai 2 yaitu:

  1. Pajak subjektif adalah pajak yang pengenaannya memperhatikan kondisi wajib pajak dimana besar kecilnya tergantung dari kemampuan wajib pajak. Contoh pajak subjektif adalah pajak kekayaan dan pajak penghasilan.
  2. Pajak objektif adalah pajak yang pajak yang pengambilannya memperhatikan kondisi objek tanpa memperhatikan kondisi wajib pajak. Contoh pajak objektif adalah pajak impor, pajak pertambahan nilai, pajak kendaraan bermotor, bea materai dan bea masuk.

Terdapat beberapa manfaat pajak bagi pemerintah dan masyarakat, antara lain yaitu menjadi berikut ini:

Adapun manfaat pajak buat pemerintah merupakan menjadi berikut ini:

  • Pajak dapat digunakan sebagai pengeluaran negara yang sifatnya self liquiditing, Misalnya pengeluaran untuk melakukan proyek produktif.
  • Pajak dapat digunakan untuk pengeluaran yang sifatnya self liquiditing dan tidak produktif, misalnya untuk tempat rekreasi dan untuk pendirian monumen.
  • Pajak dapat digunakan untuk pengeluaran yang tidak bersifat produktif, misalnya untuk bidang pertahanan negara dan untuk perlindungan kepada para anak yatim.
  • Pajak untuk pengeluaran reproduktif, Misalnya pengeluaran yang dapat memberikan keuntungan secara ekonomi bagi masyarakat. Contohnya yaitu untuk bidang pertanian.

Adapun manfaat pajak buat rakyat, diantarnya yaitu sebagai berikut:

  • Pajak dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan, rumah sakit, sekolah, dan tempat-tempat pelayanan publik lainnya.
  • Pajak dapat digunakan untuk penyediaan layanan transportasi umum.
  • Pajak dapat digunakan untuk memberikan subsidi pangan dan bahan bakar minyak.
  • Pajak dapat digunakan untuk pelaksanaan demokrasi, misalnya untuk pemilu.
  • Pajak dapat digunakan untuk membiayai kelestarian lingkungan hidup.

Jadi intinya manfaat dari pajak yang diberikan buat kas negara akan digunakan buat kesejahteraan & kemakmuran masyarakat yg terdapat dalam suatu negara. Sehingga keuntungannya akan mampu dirasakan oleh seluruh rakyat negara.

Itulah penerangan singkat yang dapat kami tuliskan mengenai pengertian pajak fungsi & jenis-jenisnya. Semoga menggunakan penerangan di atas pada blog temukan pengertian ini dapat menambah pengetahuan kita.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 + twelve =