Pengertian Efek Tyndall

Posted on 3 views

Pengertian efek tyndall – Sifat-sifat koloid ada bermacam-macam salah satunya yaitu efek tyndall. Nah yang menjadi pertanyaan apa itu efek tyndall? Bisakah kamu menjelaskan tentang arti efek tyndall? Pastinya bagi kamu yang masih asing dengan istilah tersebut atau belum pernah mempelajarinya akan merasa sulit jika disuruh untuk menjelaskan definisi efek tyndall beserta contoh efek tyndal. Maka dari itulah pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang pengertian efek tyndall beserta contohnya dan juga sejarah efek tyndall dalam artikel ini. Dari pada penasaran langsung saja simak penjelasannya tentang pengertian efek tyndall dan contohnya beserta sejarah efek tyndall berikut ini.

Pengertian Efek Tyndall

Pengertian Efek Tyndall

Efek Tyndall adalah efek penghamburan cahaya oleh partikel-partikel debu yang terdapat dalam ruang. Jika seberkas cahaya yang dilewatkan pada suatu ruangyang gelap melalui suatu celah atau larutan, maka berkas cahaya atau sorotan cahaya akan tampak jelas, hal ini disebut dengan sistem koloid.

Seorang pakar fisika yg bernama John Tyndall (1820 – 1893) merupakan orang yang pertama kali menunjukkan bahwa jika seberkas cahaya yg diarahkan ke pada suatu medium akan terlihat suatu gejala yg mengandung partikel-partikel koloid. Di samping itu, dia berhasil memperlihatkan bahwa adanya penghubung cahaya dari wilayah panjang gelombang biru yg ditimbulkan adanya partikel-partikel oksigen dan nitrogen pada udara sebagai akibatnya langit tampak berwarna biru.

Contoh Efek Tyndal

Contoh efek tyndall yang merupakan salah satu ciri koloid terjadi karena partikel-partikel yang relatif besar untuk dapat menghamburkan sinar. contoh efek tyndal dalam kehidupan sehari2 adalah sebagai berikut ini.

  • Terjadinya biru di langit pada siang hari dan warna merah atau jingga di langit pada saat matahari terbenam di ufuk barat. Udara jernih mengandung partikel-partikel koloid yang berupa debu, awan, dan kabut.
  • Partikel tersebut akan menghamburkan cahaya matahari yang melaluinya. Spektrum warna yang dihamburkan cahaya matahari mempunyai intensitas yang berbeda bergantung panjang gelombangnya. Semakin pendek panjang gelombang, akan semakin banyak cahaya yang dihamburkan. Cahaya matahari terdiri atas spektrum warna menurut panjang gelombang, yaitu ungu-nila-hijau-biru-kuning-jingga-merah. Spektrum cahaya ungu, nila, dan biru mempunyai panjang gelombang yang pendek sehingga mudah dihamburkan. Pada siang hari, warna langit tampak biru karena hamburan spektrum cahaya kuning, jingga dan merah.
  • Berkas sinar matahari melalui celah daun pohon-pohon pagi hari yang berkabut.
  • Jika malam hari cuaca berkabut, berkas sinar lampu kendaraan terlihat sangat jelas karena dihamburkan oleh partikel-partikel air yang membentuk koloid dengan medium udara. Hal tersebut menyebabkan daya tembus lampu berkurang pada saat berkabut.
  • Sorot lampu proyektor di gedung bioskop akan tampak jelas ketika ada asap rokok, sehingga gambar film yang ada di layar menjadi tidak jelas.

Sejarah Efek Tyndall

John Tyndal kelahiran 2 Agustus 1820 merupakan seorang ilmuan fisika yang berasal dari Irlandia penemu Efek Tyndall. Beliau berasal dari keluarga yang kurang berada, tetapi sangat peduli dan memandang penting pendidikan dan ilmu pengetahuan. Sehabis lulus sekolah, John Tyndall bekerja sebagai surveyor, setelah beberapa waktu lalu akhirnya ia beralih profesi menjadi seorang profesor.

Pada sekitar tahun 1859, Tyndall mulai melakukan penelitian tentang radiasi panas uap air yang membentuk awan, ozon, hidrokarbon dan gas CO2. Dengan donasi indera spectrofotometer buatannya, ia dapat mengukur daya serap gas-gas di udara. Dari hasil penelitian yg dilakukan, Tyndal berhasil sebuah kabar bahwa ozon, hidrokarbon dan karbondioksida menyerap panas lebih poly jika dibandingkan dengan gas yg lain. Namun terbesar menurut semuanya itu yaitu uap air yang menyelimuti bumi. Lewat penelitian inilah Tyndall menemukan gejala penghamburan sinar oleh partikel koloid yg kemudian dikenal menjadi Efek Tyndall. Pada fenomena langit berwarna & peristiwa dampak rumah kaca jua mampu ditelaah penyebanya menurut adanya Efek Tyndall.

Efek Tyndal mampu menampakan kenapa langit di ketika siang hari berwarana biru & di waktu mentari terbenam dari ufuk barat warnanya jingga atau merah. Ternyata hal itu disebabkan adanya penghamburan cahaya matahari sang partikel-partikel koloid yang terdapat pada angkasa, dan tidak semua frekuensi sinar mentari dihamburkan dengan intensitas yg sama. Hal inilah yg jua menjelaskan mengenai apa yg terjadi dalam rona-warana pada pelangi.

Efek tempat tinggal kaca merupakan penyebab bumi semakin usang seemakin panas. Hal itu adalah suatu yang angker bagi kita yg berada pada bumi ini. Tetapi pada sisi lain sebetulnya impak tempat tinggal kaca inilah yang membuat kita terus hayati. Berdasarkan dari hasil pengukuran spectrofotometer Tyndal, gas-gas yang berada dalam atmosfer mempunyai kemampuan yang tidak selaras pada penyerapan panas. Gas-gas yg mempunyai daya serap panas yg tinggi disebut menjadi gas-gas rumah kaca, dikarenakan menyelubungi kita, menyimpan dan menyegel panas, sebagai akibatnya membuat kita tetap hangat dalam ketika malam hari.

John Tyndall mati padda lepas 4 Desember tahun 1893 di usianya yg ke 73 tahun lantaran mengalami kecelakaan overdosis obat.

Itulah penjelasan tentang apa itu pengertian Efek Tyndall. Semoga penjelasan yang kami tulis pada blog temukan pengertian ini dapat bermanfaat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 − twelve =