Pengertian dan Kaidah Pembentukan Kalimat Efektif

Posted on 18 views

Pengertian Kalimat Efektif

Kaidah Pembentukan Kalimat Efektif

Pengertian dan kaidah pembentukan kalimat efektif – Dalam pelajaran Bahasa Indonesia pada sekolah tentunya kita pernah mendapatkan materi mengenai pengertian kalimat efektif. Apakah kalimat efektif itu? Tahukah engkau apa itu kalimat efektif? Diantara kamu mungkin ada yg tahu mengenai apa yg dimaksud kalimat efektif, tetapi ada juga yg nir memahami mungkin karena lupa atau belum bisa materi mengenai apa yang dimaksud dengan kalimat efektif di sekolah. Nah maka dari itulah di sini kami akan mengungkapkan tentang definisi kalimat efektif. Pada penjelasan ini nantinya tidak hanya membahas arti kalimat efektif saja, namun pula membahas kaidah pembentukan kalimat efektif. Silahkan engkau simak penjelasannya di bawah ini baca sampai selesai agar lebih memahaminya.

Pengertian dan Kaidah Pembentukan Kalimat Efektif

1. Pengertian Kalimat Efektif
2. Kaidah Pembentukan Kalimat Efektif

Kalimat efektif merupakan kalimat yg mampu mengungkapkan pikiran serta perasaan penulisnya secara kentara dan tepat pada pembaca. Kalimat yg mengarah pada tujuan, fungsi, topik pembicaraan serata apa yg ingin dibicarakan diklaim menggunakan kalimat efektif, karena itulah buat mmebuat kalimat efektif dibutuhkan anggaran penulisan atau rapikan cara penulisan kalimat efektif menggunakan kaidah-kaidah yang sahih.

Berikut ini adalah kaidah atau rapikan cara atau aturan penulisan kalimat efektif.

Kalimat efektif ditulis memakai kaidah yg benar antara lain yaitu:

  1. Kalimat harus mempunyai subjek dan juga predikat. Misalkan kelompok kata: “kemudian pergi sekolah” itu bukanlah kaliat efektif karena dalam kaliat tersebut tidak mempunyai subjek, melainkan hanya predikat dan keterangan. Demikian juga dengan kalimat seperti ini “kebun luas yang digarapnya selama bertahun-tahun sampai dia beranak dan bercucu”. Kalimat tersebut belum termasuk kalimat efektif karena itu merupakan bagian dari sebuah kalimat, meskipun kalimat tersebut panjang namun hanya terdiri dari subjek saja.
  2. Tidak boleh hanya terdiri dari klausa bawahan. Misalnya “karena dianggap paling mampu atau bahwa dirinyalah yang telah berhasil mengerjakan tugas dengan baik” itu belum merupakan kalimat efektif. Hal tersebut dikarenakan kelompok kata tersebut hanya sebuah klausa bawahan.
  3. Pilihan kata yang digunakan harus tepat. Misalnya kalimat “ia memandang orang sakit di RSUD, itu bukanlah kalimat efektif. Hal itu dikarenakan pilihan kata yang dipakai kurang tepat. Semestinya kata yang digunakan yaitu menjenguk, bukan kata memandang, menonton, atau menyaksikan.

Pesan yang terkandung haruslah jelas. Kalimat yg panjang sanggup menciptakan pesan menjadi kabur.

Itulah penjelasan yg dapat kami uraikan tentang pengertian dan kaidah pembentukan kalimat efektif. Semoga penjelasan yg kami tulis dalam blog temukan pengertian ini bisa menambah wawasan kita.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × five =