Pengertian Cerpen

Posted on 4 views

Pengertian Cerpen – Cerpen biasa disebut dengan cerita pendek. Cerpen merupakan suatu bentuk prosa naratif fiktif. Dibanding dengan karya-karya fiksi yang lain cerpen cenderung lebih singkat, padat dan langsung pada tujuannya. Cerpen adalah salah satu jenis karya sastra yang menceritakan atau mengisahkan tentang manusia dan seluk beluknya melalui tulisan singkat dan pendek. Dengan kata lain cerpen yaitu cerita rekaan yang pendek dalam arti hanya berisi pengisahan dan fokus pada satu konflik saja dengan tokoh-tokoh yang terbatas dan tidak berkembang. Alur ceritanya memaparkan penyelesaian konfik yang diungkapkan. Atau bisa juga cerpen ialah suatu karangan fiktif yang isinya tentang kehidupan seseorang atau kehidupan yang diceritakan secara singkat dan ringkas serta berfokus pada tokoh yang terbatas atau berokus pada suatu tokoh saja.

Cerpen yaitu

Biasanya cerpen atau cerita pendek memiliki jumlah istilah yg kurang berdasarkan sepuluh ribu kata (10.000 istilah) atau kurang berdasarkan sepuluh page (10 page). Biasanya cerpen hanya menaruh sebuah kesan tunggal yang demikian serta memusatkan diri hanya dalam keliru satu tokoh saja & dalam satu situasi saja.

Pengertian Cerpen Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah penjelasan tentang pengertian cerpen menurut para ahli:

? Pengertian cerpen berdasarkan Sumardjo & Saini

Cerpen adalah sebuah cerita fiktif atau cerita yang tidak benar-benar terjadi, namun bisa juga terjadi dimanapun dan kapanpun yang mana ceritanya relatif singkat dan pendek.

? Pengertian cerpen dari KBBI

Pengertian cerpen menurut kbbi adalah cerpen berasal dari 2 kata yakni cerita dan pendek. Cerita mengandung arti tuturan tentang bagaimana suatu hal terjadi sedangkan pendek berarti kisah yang diceritakan singkat atau pendek yaitu tidak lebih dari sepuluh ribu kata (10.000 kata) yang memberikan suatu kesan dominan dan hanya memusatkan pada satu tokoh saja.

? Pengertian cerpen berdasarkan tarigan oleh Nugroho Notosusanto

Mengemukakan kalau cerpen adalah sebuah cerita yang panjang sekitar 5000 (lima ribu) kata atau kira-kira 17 (tujuh belas) halaman kuarto spasi rangkap dan terpusat pada dirinya sendiri.

? Pengertian cerpen berdasarkan Hendy

Cerpen adalah sebuah karangan yang yang brkisah/ bercerita pendek yang mengisahkan tunggal.

? Pengertian cerpen menurut Aoh KH

Cerpen adalah salah satu ragam karangan fiksi yang atau cerita rekaan yang biasa disebut dengan kisahan prosa pendek.

? Pengertian cerpen menurut HB Jassin

Cerpen ialah cerita pendek atau singkat yang harus mempunyai bagian terpenting yaitu perkenalan, pertikaian dan penyelesaian.

? Pengertian cerpen menurut J.S. Badudu

Cerpen adalah cerita yang terfokus dan menjurus hanya pada satu peristiwa saja.

Ciri-Ciri Cerpen

  • Bersifat fiktif.
  • Jalan cerita dan bentuk tulisan yang singkat dan lebih pendek dari Novel.
  • Cerpen mempunyai jumlah kata tidak lebih dari sepuluh ribu kata (10.000 kata).
  • Isi cerita dalam cerpen biasanya berasal dari kehidupan sehari-hari.
  • Penggunaan kata dalam cerpen cukup sederhana dan mudah untuk dipahami pembaca.
  • Yang diceritakan biasanya hanya 1 kejadian saja atau beberapa peristiwa saja dalam hidup.
  • Hanya memiliki 1 alur saja atau disebut alur tunggal dan lurus.
  • Penokohan dalam cerpen sederhana, singkat dan tidak mendalam.
  • Tidak menggambarkan seluruh kisah para tokohnya, sebab dalam cerpen yang digambarkan hanya inti sarinya saja.
  • Dalam cerpen tokoh digambarkan mengalami suatu konflik atau masalah sampai pada tahap penyelesaiannya.
  • Kesan dan pesan yang ditinggalkan dari cerpen sangat mendalam sehingga dapat membuat pembaca menjadi ikut merasakan isi dari cerita tersebut.

Struktur Cerpen

? Abstrak

Abstrak adalah inti atau ringkasan dari cerita pendek yang dikembangkan menjadi beberapa rangkaian kejadian atau dapat juga sebagai gambaran awal pada cerita. Abstrak bersifat opsional, itu artinya dalam sebuah cerpen boleh tidak menggunakan abstrak.

? Orientasi

Orientasi adalah hal-hal yang berkaitan dengan tempat, waktu dan suasana yang adala dalam jalannya cerita tersebut. Orientasi dalam cerpen biasanya tidak hanya terpaku pada satu tempat, waktu dan suasana. Sebab dalam cerita ada banyak tokoh dan kejadian yang berbeda-beda.

? Komplikasi

Komplikasi adalah urutan atau rangkaian kejadian-kejadian yang berkaitan dan berisi tentang sebab akibat  kejadian dalam cerita. Dalam komplikasi, biasanya ditemukan karakter atau waktak dari berbagai tokoh dalam cerpen, hal itu karena kerumitan permaslahan mulai tampak.

? Evaluasi

Evaluasi adalah struktur konflik yang terjadi dalam cerita yang mengarah pada puncak permasalahan dan mulai mendapatkan penyelesaian dari konflik yang terjadi. Evaluasi merupakan struktur cerpen yang sangat penting, sebab dapat menentukan menarik atau tidaknya sebuah cerpen. Penulis, di dalam struktur ini bisa menyajikan berbagai konflik yang dapat membuat hati pembacanya menjadi terbawa suasana. Dengan begitu maka pembaca dapat menjiwai dan menghayati karakter yang ada dalam cerita tersebut.

? Resolusi

Resolusi adalah bagian penyelesaian dari evaluasi atau penguraian solusi yang dialami oleh tokoh. Bagian inilah yang biasanya dinanti-nanti oleh pembaca, sebab dalam struktur ini pengarang memberikan solusi tentang masalah  yang dialami oleh pelaku atau tokoh di dalam cerpen.

? Koda

Koda adalah penjelasan atau nilai yang bisa diambil dari sebuah cerpen oleh pembaca. Atau dalam kata lain koda ialah hikmah yang terkandung dalam cerita. Biasanya koda bisa diketahui setelah membaca semua isi cerita dari awal sampai akhir. Koda bisa berupa pelajaran, nasehat maupun peringatan untuk pembacanya.

Unsur Intrinsik Cerpen

? Tema

Tema adalah sebuah ide atau gagasan pokok yang mendasari dari jalannya cerita. Tema pada umumnya dibedakan menjadi 2 yaitu: Tema yang bisa langsung terlihat jelas dalam cerita (tersurat) tanpa perlupenghayatan dan tema yang tidak langsung terlihat jelas, pembaca harus menghayati cerita dan bisa menyimpulkan sediri tema yang tersirat atau terkandung dalam cerita. Misalkan tema tentang kepahlawanan, kesehatan, pendidikan, dan asmara.

? Alur / Plot

Alur atau plot adalah jalan dari sebuah cerita / kisah yang merupakan karya sastra. Alur yang merupakan urutan tahapan jalannya cerita secara garis besar digambarkan sebagai berikut.

  • Perkenalan tokoh.
  • Muculnya permasalahan atau  konflik yang dihadapi oleh tokoh.
  • Peningkatan permasalahan sampai memuncak.
  • Penurunan permaslahan.
  • Penyelesaian dari masalah.

Dalam membuat plot atau alur penulis perlu memperhatikan karakter tokoh yang hendak diceritakan. Umumnya semakin baik karakter tokoh maka permasalahan yg akan muncul semakin akbar.

? Setting atau Latar

Seting atau latar adalah hal yang berhubungan dengan waktu, tempat dan suasana dalam cerita cerpen. Biasanya setting atau latar berkaitan erat dengan tema cerpen, contohnya apabila cerpen bertema tentang agama maka settingnya ada di tempat ibadan dan cerpen bertema tentang pendidikan maka settingnya ada di sekolhan.

? Tokoh / Pelaku

Tokoh adalah pelaku yang terlibat dalam sebuah cerita. Biasanya setiap tokoh memiliki karakter tersendiri mulai dari sifat, sikap dan kondisi fiksik. Dalam sebuah cerpen karakter tokoh bisa juga disebut perwatakan. Karakter tokoh dalam cerita terbagi menjadi 3 karakter yaitu:

  • Tokoh protagonis adalah tokoh utama dalam cerita yang berperan sebagai orang baik.
  • Tokoh antagonis adalah tokoh yang berlawanan dari tokoh protagonis. Tokoh antagonis ialah tokoh yang berperan sebagai tokoh jahat.
  • Tokoh figuran adalah tokoh pendukung dalam cerita yang mendampingi tokoh utama (protagonis).

? Penokohan

Penokohan adalah pemberian sifat atau karakter pada setiap pelaku atau tokoh dalam cerita. Karakter yang diberikan bisa tercermin dalam ucapan, pikiran, dan pandangan tokoh pada suatu peristiwa. Metode penokohan yang digunakan dalam menentukan karakter suatu tokoh ada 2 yaitu:

– Metode analitik

Metode analitik adalah metode penokohan yang digunakan dalam menentukan karakter tokoh menggunakan cara menyebutkan atau memaparkan sifat tokoh secara eksklusif. Sebagai contoh: lemah lembut, pemberani , penyayang, penakut, pemalu, ringan tangan, tegas, ceria, tegas, keras kepala, ramah, kreatif, lugu & lain-lain.

– Metode dramatik

Metode dramatik merupakan sebuah metode penokohan yg digunakan buat memilih karakter pelaku menggunakan memaparkan secara nir eksklusif. Karakter tokoh digambarkan dengan cara: penggambaran fisik (Contohnya: postur tubuh, cara berpakaian dan lain-lain), penggambaran melalalui obrolan atau dialog, melalui reaksi dari tokoh lain (bisa berupa pandangan, pendapat, dan lain-lain).

? Sudut Pandang

Sudut pandang adalah cara pandang pengarang atau posisi pengarang dalam memandang sebuah peristiwa dalam cerita. Berikut ini adalah macam-macam sudut pandang:

– Sudut pandang orang pertama Pelaku Utama

Tokoh ?Saya? Pada sudut pandang ini mengisahkan mengenai bermacam peristiwa yang terjadi dan konduite yg dialaminya. Tokoh ?Aku ? Pada cerpen tadi menjadi sentra perhatian. Tokoh ?Saya? Pada sudut pandang ini dipakai menjadi tokoh primer.

Contoh sudut pandan orang pertama pelaku utama:

Di pagi ini cuaca cerah sekali sehingga mampu membarui jiwaku yg sedang penat karena poly tugas yang terbengkelai menjadi ringan. Namun, sekarang aku wajib bangkit berdasarkan tidurku, segera mandi pagi & aku wajib bekerja keras.

– Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Sampingan

Dalam sudut pandang ini tokoh ?Aku ? Nir lagi muncul menjadi tokoh utama, tetapi menjadi pelaku sampingan atau tambahan. Dalam jalannya cerita tokoh saya hanya membawakan cerita kepada pembaca, sedangkan tokoh cerita yang diceritakan kemudian ?Dibiarkan? Buat bisa menceritakan sendiri menjadi pengalaman yg dialaminya. Tokoh dari jalan cerita yg dibiarkan bercerita sendiri tersebut lah yang akan menjadi tokoh primer, karena tokoh inilah yang tampil lebih poly dalam cerita, membawah beragam peristiwa & herbi tokoh-tokoh yg lain. Dengan begitu tokoh ?Saya? Hanya tampil menjadi saksi. Saksi akan berlangsungnya cerita yang ditokohi orang lain. Pada biasanya tokoh ?Saya hanya tampil sebagai pengantar dan epilog cerita saja.

Contoh sudut pandang orang pertama pelaku sampingan:

Kini aku tinggal pada Jakarta, yang merupakan kota metropolitan yang memiliki ribuan tunggangan. Dahulu, saya semapt menolak buat berpindah ke Jakarta. Tetapi, kini saya nir punya kuasa buat menhindar dari tugas ini. Ternyata tidak hanya aku saja yang mengalami hal ini. Temanku yg satu asrama denganku bernama Anto, pula mengalami hal yang serupa denganku. Kini kami berdua sangat akrab & berjuang dalam menghadapi kerasnya hidup di Ibukota beserta-sama.

– Sudut Pandang Orang Ketiga Serbatahu

Dalam sudut pandang ini merupakan kisah cerita menurut sudut ?Beliau?, namun narator atau pengarang sanggup menceritakan apa saja tindakan atau hal-hal yg menyangkut tokoh ?Dia?. Di sini pengarang memahami segalanya.

Contoh Sudut Pandang Orang Ketiga Serbatahu:

Di perumahan ini, telah genap sebulan beliau sebagai pendatang baru. Tetapi, beliau juga belum jua sekalipun terlihat keluar dari tempat tinggal sekedar untuk beramah-tamah menggunakan tetangga kurang lebih. ?Apa ya pemilik rumah tadi terlalu banyak kesibukan?? Ungkapan menurut tetangganya. Pernah sekali beliau didatangi tamu yg katanyi saudaranya sendiri. Memang beliau adalah sosok introvert, jadi meskipun yg datang saudaranya sendiri, dia tidak senang.

– Sudut Pandang Orang Ketiga Pengamat

Pada sudut pandang ini tidak sama menggunakan sudut pandang orang ketiga serba tahu. Di sini pengarang hanya menggambarkan apa yg dialami, ditinjau, dirasakan dan dipikir oleh tokoh/ pelaku tadi, namun terbatas pada satu orang tokoh saja.

Contoh sudut pandang orang ketiga pengamat:

Entah apa yg sedang dialaminya. Ketika beliau datang, dia pribadi marah-marah. Tampaknya dia punya poly perkara. Tetapi jika diperhatikan menurut raut wajahnya, mungkin bukan hanya itu saja yg sedang beliau rasakan. Namun kelihatannya beliau juga sakit. Wajahnya kelihatan pucat, bibirnya kering, & rambutnya tampak kusut.

? Amanat atau pesan

Amanat adalah sebuah pesan yang ingin disampaikan pengarang atau penulis cerita melalui karya tulisnya kepada pendengar atau pembaca  supaya pembaca bisa melakukan sesuatu dan bisa bertindak. Amanat dapat berupa nasehat, harapan dan lain-lain. Dalam cerpen amanat merupakan hal yang penting, sebab amanat yang baik dapat diteladani oleh pembacanya.

Unsur Ekstrinsik Cerpen

Unsur ekstrinsik cerpen adalah suatu unsur yang digunakan untuk membentuk cerpen dari luar. Unsur ekstrinsik tidak sama dengan unsur intrinsik yang membentuk cerpen dari dalam. Unsur ekstrinsik cerpen merupakan salah satu faktor yang diperlukan pengarang untuk membuat cerpen. Unsur ekstrinsik cerpen tak lepas dari keadaan masyarakat dimana dibuatnya cerpen oleh pengarang. Unsur ekstrinsik sangat berpengaruh dalam penyajian latar belakang dan amanat dari cerpen. Berikut ini adalah  macam-macam unsur ekstrinsik cerpen:

? Latar Belakang Masyarakat

Latar belakang masyarakat adalah unsur ekstrinsik cerpen yang merupakan pengaruh dari kondisi latar belakang masyarakat terhadap terciptanya jalan cerita. Kondisi tersebut dapat berupa pengkajian kondisi politik negara, ideologi negara, kondisi lingkungan sekitar, kondisi sosial masyarakat, hingga kondisi ekonomi masyarakat.

? Latar Belakang Pengarang

Latar belakang pengarang bisa meliputi pemahaman dari pengarang tentang sejarah hidup dan sejarah hasil karangan yang telah diciptakan sebelumnya. Apabila semakin banyak karya sastra yang pernah diciptakan maka akan semakin baik juga karya sastra tersebut.  Latar belakang pengarang dibagi menjadi 3 faktor yaitu:

1. Biografi

Biografi merupakan berisi tentang riwayat hayati pengarang cerita yang ditulis secara holistik. Mulai menurut jenjang pendidikan terendah hingga ke jenjang pendidikan terakhir yg dia selesaikan.

Dua. Kondisi Psikologis

Kondisi psikologis merupakan berisi mengenai pemahaman kondisi keadaan atau mood dalam waktu pengarang menuliskan sebuah cerpen.

3. Aliran Sastra

Aliran sastra adalah aliran sastra tertentu yang diikuti oleh seseorang pengarang. Hal inilah yg memberikan efek terhadap gaya penulisan yg digunakan sang seorang pengarang dalam menciptakan karya sastra cerpen.

Fungsi Sastra pada Cerpen

Fungsi sastra dalam cerpen dibagi dalam lima golongan yaitu :

  • Fungsi relatif yaitu memberikan rasa gembira, senang, dan menghibur para pembaca dan penikmatnya.
  • Fungsi didaktif yaitu mendidik dan mengarahkan para pembaca atau penikmat karena nilai-nilai kebaikan dan kebenaran yang dikandungnya.
  • Fungsi estetis yaitu memberikan keindahan bagi para pembaca dan penikmatnya.
  • Fungsi moralitas, yaitu mengandung nilai moral sehingga para pembaca atau penikmatnya bisa mengatahui moral yang baik dan tidak untuk dirinya sendiri.
  • Fungsi relegiusitas yaitu mengandung ajaran agama yang bisa dijadikan teladan untuk para pembaca dan penikmatnya.

Demikianlah penjelasan dari kami tentang Pengertian Cerpen . Saya rasa cukup sekian dulu dari saya terimakasih.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 − 7 =