Panduan untuk Root Ponsel Android Anda: Pengantar – Teknologi Informasi

Posted on 23 views

Ponsel Android Anda memang mampu melakukan banyak hal, namun Anda dapat menambahkan lebih poly fungsionalitas apabila Anda melakukan root ponsel Anda. Manfaatnya termasuk instal dan uninstal pelaksanaan apa pun yg Anda inginkan, mengendalikan sub-pengaturan terdalam di ponsel Anda, & mengaktifkan fitur yang dibatasi oleh vendor Anda, misalnya tethering. Sebelum Anda terjun ke global root, Anda perlu mengetahui risikonya, & cara terbaik buat nge-root ponsel Anda dengan aman tanpa kehilangan data apapun.

Informasi pada bawah ini wajib berlaku tidak peduli siapa yg menciptakan ponsel Android Anda: Samsung, Google, Huawei, Xiaomi, dll.

Root (atau rooting) adalah proses yg memungkinkan Anda mengakses semua pengaturan dan sub-pengaturan pada ponsel Anda. Ini serupa menggunakan akses administratif ke PC atau Mac Anda, di mana Anda dapat menginstal perangkat lunak, menghapus program yg tidak diinginkan, & bermain-main sesuai kegembiraan hati Anda. Di ponsel Anda, ini berarti Anda dapat menghapus aplikasi bawaan (preloaded apps) berdasarkan vendor ponsel atau pabrikannya, seperti pelaksanaan Backup, pelaksanaan yg disponsori, dan sejenisnya. Kemudian Anda bisa memberi ruang untuk pelaksanaan yang akan Anda pakai, & mungkin meningkatkan kecepatan ponsel Anda dan menghemat masa gunakan baterai waktu Anda menggunakannya. Dan apabila Anda memutuskan buat unroot, relatif mudah buat melepaskannya.

Kecuali Anda memiliki smartphone Google Pixel atau Google Nexus, kemungkinan ada pelaksanaan pada ponsel yg nir pernah Anda instal. Aplikasi yg tidak diinginkan ini tak jarang diklaim sebagai bloatware karena membutuhkan ruang & dapat memperlambat kinerja ponsel Anda. Contoh bloatware mencakup aplikasi menurut perusahaan yang mempunyai perjanjian menggunakan vendor Anda, misalnya BABE, atau aplikasi bermerek lainnya buat liputan, musik, backup, & fungsi lainnya. Tidak misalnya pelaksanaan yang sudah engkau pilih buat didownload, aplikasi ini nir dapat dihapus (uninstall)?Kecuali ponsel Anda telah pada-root.

Di sisi lain, ada poly pelaksanaan yg dirancang khusus hanya buat ponsel yang di-root yg membantu Anda mempertinggi kinerja, memblokir spam, menyembunyikan iklan, & membuat backup semua yang ada di ponsel Anda. Anda jua bisa mendownload aplikasi batch sebagai akibatnya Anda mampu menyingkirkan semua bloatware Anda pada satu gerakan. Dan poly menurut pelaksanaan ini bahkan bisa ditemukan di Google Play Store.

Setelah Anda nge-root ponsel Anda, Anda bisa mengakses Custom ROM, misalnya Paranoid Android dan LineageOS. Custom ROM akan memiliki antarmuka yang menarik dan higienis dan majemuk pilihan penyesuaian termasuk skema warna, tata letak layar, & lainnya.

Anda wajib belajar beberapa istilah sebelum mulai nge-root. Dua istilah kunci yg perlu Anda ketahui adalah ROM dan bootloader. Di global personal komputer , ROM mengacu pada read-only memori, akan tetapi ini juga berlaku buat versi OS Android Anda. Saat Anda root ponsel Anda, pada dasarnya Anda sedang menginstal, atau "flashdanquot; custum ROM buat membarui versi yang disertakan menggunakan ponsel Anda. Bootloader adalah aplikasi yang menjalankan boot OS ponsel Anda, & perlu unlock buat root ponsel Anda. Ada aneka macam Custom ROM yg tersedia buat Android, beberapa pada antaranya lebih mudah digunakan daripada yang lain.

Hal pertama yang wajib Anda lakukan merupakan backup versi Android ponsel Anda, ROM Anda, jika-kalau terdapat yang salah dengan proses root atau jika Anda ingin membalikkan proses.

Tentu saja, terdapat beberapa risiko untuk root ponsel Anda. Ini mungkin menghilangkan garansi vendor atau pabrikan, jadi Anda akan kecewa jikalau-jika nantinya terdapat masalah menggunakan hardware Anda. Root ponsel jua dapat memblokir akses ke beberapa pelaksanaan. Pengembang dapat memblokir ponsel yang telah di-root dari mendownload pelaksanaan mereka lantaran alasan keamanan & copyright. Pada akhirnya, Anda berisiko mengubah ponsel sebagai brick; artinya, ponsel tidak akan mampu lagi boot up. Root jarang bikin ponsel meninggal total, tetapi masih mungkin. Jadi, selalu buat backup buat berjaga-jaga.

Semua terserah kepada Anda buat memutuskan apakah manfaat yang potensial itu sepadan dengan risikonya. Apabila Anda memilih untuk melakukan root, Anda selalu sanggup kapan saja membalikkannya jika Anda menyesal.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × 1 =