Jelajah Wisata Malino Highlands di Gowa Sulawesi selatan

Jelajah Wisata Malino Highlands di Gowa Sulawesi selatan
Perkebunan Teh Malinao yang berada di berada di kawasan Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, atau berada di radisu 90 km dari kota Makassar ke arah selatan. Daerah Malino yang juga dikenal sebagai kota bunga, Setelah dikelola oleh swasta dan mengalami pembangunan dibeberapa bagian sehingga kebun teh seluas 900 hektar itu kini disulap menjadi tempat wisata yang lebih indah, nyaman dan semakin eksotik. Malino merupakan destinasi baru yang belum banyak oragn tahu, terlebih orang dari luar kota. Daerah Malino mempunyai banyak objek tempat wisata yang bisa dikunjungi dan dieksplor keindahannya. Bagi yang hobi jalan-jalan sebaiknya dimasukkan dalam list destinasi tujuan anda.Berikut beberapa tempat yang harus dikunjung jika anda ke Malino;

1. Malino Highlands
Sebelum memasuki area Malino Highlands, wisatawan wajib membayar tiket masuk dengan tarif untuk dewasa Rp 50 ribu per orang sedangkan anak-anak Rp 25 ribu per orang. Dengan tiket tersebut wisatawan sudah bisa menikmati pesona kebun teh yang hijau, mengunjungi air terjun dan melihat kebun binatang mini. Di sepanjang jalan yang berbatu, pengujung akan dimanjakan oleh pemandangan kebun teh yang tertata rapi di atas tanah yang berbukit-bukit. Ketika sampai di puncak perkebunan, wisatawan bisa berteduh di Cafe Green Peko sembari menikmati hamparan kebun teh yang tumbuh mengelilingi bangunan kafe yang sederhana dengan desain arsitektur futuristik. Di kafe tersebut, wisatawan bisa memilih beragam menu namun cobalah memesan teh hijau Malino (Malino green tea) yang bercita rasa unik dan khas.

2. Hutan Pinus
Objek wisata pertama yang akan kita kunjungi adalah hutan pinus. Hutan pinus ini sebagai objek wisata yang alami. Di Malindo ini kita akan dapat menemui hutan pinus tinggi yang berjajar di antara bukit dan juga lembah. Di sekitar hutan pinus ini terdapat jalan menanjak yang berkelok- kelok yang melintas di antara deretan pegunungan dan juga lembah. Kawasan ini sangat terkenal sebagai kawasan rekreasi alam sejak dahulu. Selain terdapat pohon pinus, di sini juga banyak terdapat beberapa tumbuhan yang menjadi peninggalan Belanda yang terbilang langka, seperti edelweiss, pohon turi yang bunganya berwarna orang, dan juga ada tanaman bunga masamba yang warna bunganya berubah- ubah setiap bulannya. Di sekitar kawasan ini terdapat kebun buah markisa yang juga penghasil dari minuman khas Malino yakni jus buah markisa. Selain itu juga ada pemandian lembah biru, perkebunan teh, dan juga kebun tanaman hortikultura.

3. Gunung Gamping
Kawasan Malino juga terkenal dengan adanya gunung- gunung yang kaya akan pemandangan batu gamping. Sehingga akan telihat oleh kita sebagai gunung gamping.  Selain kaya akan tanaman tropis yang indah, Malino ini juga dikenal sebagai penghasil buah- buahan dan juga sayuran khas yang tumbuh di kawasan lereng gunung Bawakaraeng, beberapa kelompok masyarakat mempercayai adanya Ka’bah yang berada di puncak gunung gamping ini. Para Masyarakat akan mengunjungi “Ka’bah” tersebut ketika akan menunaikan ibadah Haji, hal ini dikenal sebagai istilah Haji Bawakaraeng.

4. Air Terjun Tapakala

Air terjun yang letaknya di tengah- tengah kawasan hijau yang sejuk dan juga segar. Malino ini seringkali disebut sebagai puncaknya Sulawesi Selatan.Kawasan Malino ini juga merupakan kawasan yang seringkali dikunjungi oleh wisatawan pada tiap akhir pekan untuk sekedar menghilangkan kepenatan setelah melalui hiruk pikuk kota. Di kawasan ini kita juga bisa menikmati pemandangan air terjun Tapakala yang memberikan sensasi yang segar dan juga sejuk segar dari percikan air terjun ini. Untuk dapat masuk di wilayah air terjun ini kita hanya dikenakan biaya tiket sebesar Rp 2.000,- per orang.Di Kawasan ini kita akan dapat menemui warung- warung makan yang akan menyediakan sajian makanan kepada kita dikala rasa lapar menyerang kita. Selain itu juga akan kita temui warung- warung yang menyediakan oleh- oleh makanan makanan khas daerah, seperti buah Markisa, dodol ketan, apel, tenteng Malino dan juga wajik.

5. Air Terjun Parang Bugisi
Salah satu air terjun yang bedara di tengah hutan kawasan Malino adalah Air terjun Parang Bugisi. Air terjun ini merupakan air terjun dengan ketinggian yang tidak terlalu tinggi. Air terjun Parang Bugisi terletak di kawasan yang hijau asri dikelilingi dengan hutan. selain itu dibawah air terjun ini kita dapat menjumpai aliran sungai dengan banyak bebatuan sehingga akan terasa asyik untuk berlama- lama berada di air terjun ini sambil bersantai dan menikmati keindahan disekitar air terjun ini.

6. Air terjun Lembanna
Air terjun selanjutnya yang bisa kita temui di Malino adalah air terjun Lembanna. Air terjun Lembanna terletak di lingkungan yang asri dan hijau seperti air terjun kebanyakan. Air terjun ini juga terletak di tengah hutan. bedanya dengan air terjun Parang Bugisi, air terjun Lembanna ini lebih tinggi namun alirannya tidak begitu deras dan tidak akan membahayakan anda. Air tejun Lembanna memiliki aliran air yang bercabang menjadi dua sehingga terlihat unik dan menjadi daya tarik tersendiri bagi air terjun ini.

7. Air Terjun Biroro
Air terjun Biroro ini terletak di tengah hutan, air Terjun Biroro sama dengan air terjun lainnya. Aliran air terjun ini deras namun sejuk jika kita bermain- main di sekitarnya. Air terjun ini juga merupakan air terjun yang tak pernah sepi dengan wisatawan karena air terjun ini memiliki keindahan yang tidak sama dengan air terjun lainnya.

Anda tidak perlu ragu untuk berlama-lama Di kawasan Malino ini karena terdapat banyak sekali fasilitas yang menunjang untuk berlibur seperti villa, restaurant, hotel, penginapan dan lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 + eleven =