Jelajah Rammang-rammang Pegunungan Karst dan Lukisan Gua Prasejarah Indonesia

Jelajah Rammang-rammang Pegunungan Karst dan Lukisan Gua Prasejarah Indonesia
Di Kota Makassar anda dapat menikmati wisata lainnya tidak hanya wisata pantai, ataupun kulinernya. Namun, yang tak kalah menarik dan menakjubkan, di daerah ini juga terdapat kawasan bukit atau gugusan karst. Luasan hutan batu Kapur Rammang-Rammang Sekitar kurang lebih 45 000 hektar (45à km²) dan merupakan kawasan karst terbesar ketiga di dunia, setelah kawasan karst Tsingy yang ada di  Madagaskar dan kawasan karst Shilin yang ada di Tiongkok. Kawasan bukit karst atau hutan batu Kapur Rammang-Rammang tersebut berada di daerah Maros Pangkep, tepatnya berada di Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan. Berjarak sekitar 40 km arah utara kota Makassar, perjalanan kesana dapat ditempuh melalui jalur darat dengan menggunakan kendaraan bermotor dengan waktu tempuh kurang lebih sekitar 2 jam dari Kota Makassar dan sekitar 30 menit dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Menurut masyarakat setempat, asal usul nama “Rammang-Rammang” sendiri berasal dari Bahasa Makassar, di mana kata rammang berarti “awan” atau “kabut”. Jadi rammang-rammang berarti sekumpulan awan atau kabut, karena itu tempat ini diberi nama Rammang-Rammang karena awan atau kabut yang selalu turun, terutama di pagi hari atau ketika hujan. Kawasan bukit karst Maros yang eksotis semakin lengkap dengan adanya aliran sungai yang diapit oleh hamparan persawahan, rumah-rumah panggung milik penduduk, menara karst, taman batu, gua karst, jembatan karst dan yang paling menakjubkan adalah pada ujung sungai tersebut terdapat perkampungan yang dibentengi oleh gugusan menara karst.Indahnya panorama pebukitan karst dengan warna batuan dominan hitam diantara aliran sungai dan hamparan persawahan tersebut, ditambah bentuknya unik, bak pahatan alam dengan tinggi yang bervariasi mulai dari beberapa centi meter sampai puluhan meter itu, membuat pemandangan sungguh luar biasa menakjubkan.

Berikut beberapa tempat yang menarik yang ada di kawasan ini adalah

1. Taman Hutan Batu Kapur
Dengan ratusan sampai ribuan bebatuan kapur berwarna hitam dan abu-abu dengan berbagai bentuk dan ukuran, disekitar perbukitan batu terdapat hamparan sawah penduduk dan di belakangnya terdapat sebuah sungai yaitu Sungai Pute, ditumbuhi pepohonan hutan dan pepohonan lontar di sekitarnya menambah eksotis taman hutan batu di Maros ini.terdapat 2 kompleks taman hutan batu yang berada di kawasan ini, yakni yang berada di bagian utara dan selatan.

2. Telaga Bidadari
Di tengah pegunungan terdapat sebuah telaga yang disebut dengan Telaga Bidadari. Telaga ini berada di tengah bebatuan besar yang mempunyai lubang besar yang menjadi tempat berkumpulnya air pegungungan. Untuk mencapai telaga bidadari ini diperlukan usaha lebih karena untuk kesana anda harus memanjat tebing dan melewati jalan setapak. Air di Telaga Bidadari ini merupakan sumber air tawar untuk warga sekitar Rammang-rammang. Disebut telaga bidadari konon telaga tersebut tempat mandi para bidadari yang turun dari langit.

3. Salo Pute
Salo Pute. Yang artinya sungai putih, sungai yang mebentang membelah pegunungan, batuan yang berabrasi oleh air membuat bebatuan menjadi ukiran-ukiran alam yang unik, jalur sungai inilah yang diguankan untuk menuju kampung berua. Saat melewati rimbunan pohon tak jarang hewan endemik asli tempat tersebut seperti burung, kera tak berekor, ayam hutan bahkan ular akan menyambut kedatangan pengunjung.

4. Kampung Berua.
Untuk mencapai kampung ini harus menaiki perahu menyusuri aliran Salo Pute. Perahu adalah satu – satunya alat transportasi yang digunakan oleh penduduk setempat untuk mengangkut barang kebutuhan sehari – hari atau sebagai alat angkutan dari dan ke tambak atau sawah. tidak perlu repot mencari perahu karena selalu tersedia di dermaga.  Perahu tersebut bisa menampung sebanyak 8 – 10 orang. Tarifnya lumayan mahal sekitar 200 ribu, tapi bukanlah masalah karena si pemilik perahu juga merangkap sebagai guide.

Kampung Berua memiliki keunikan tersendiri karena kampung ini  dikelilingi gugusan bukit karst, hamparan persawahan yang menghijau dan tambak milik penduduk. Tidak lebih dari 10 kepala keluarga yang menetap di sini. Kampung yang tenang nan damai ini berada di tengah – tengah tebing karst yang menjulang tinggi. Kalau malam hari, listrik tidak ada. Di dalamnya terdapat gua – gua cantik seperti gua Bulu’ Barakka’, gua Telapak Tangan, gua Pasaung,  hasil pelarutan batu gamping selama ribuan tahun. Bukitnya yang hijau dan masih alami menjadi habitat hewan langka seperti monyet hitam yang hanya dapat ditemukan di kawasan karst.Tapi dikampung ini belum ada penginapan, jadi jika punya rencana untuk bermalam disana bisa numpang dirumah warga. Menurut beberapa ahli, kawasan dengan perpaduan menara karst dan sungai seperti yang ada di kawasan itu, sangat jarang ditemui. Patut jika kawasan bukit karst Rammang-rammang ini dinilai sebagai kawasan karst kelas dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × one =