Ilmu Gym vs Freeletics – Info Sehat

Posted on 7 views

Ilmu fitness yg identik dengan olahraga kebugaran angkat beban (freeweight) dan olahraga yang mengandalkan poly alat (machine) ternyata tidak sama dengan ilmu yang diajarkan di olahraga freeletics. Eitsss.. Tapi tunggu dulu. Tidak 100% tidak sama. Baca artikel saya hingga terselesaikan.

Saya tertarik mengupas tuntas artikel mengenai "ilmu gym vs freeletics" karena sejak adanya freeletics tahun 2013 dan telah merambah ke Indonesia, poly pendapat yg menyatakan bahwa freeletics sangat berbeda dengan fitness. Pendapat yg sering saya dengar merupakan bahwa pada ilmu fitness, sangat tidak disarankan buat melatih otot perut menggunakan ratusan kali sit up. Terutama bagi tipe badan endomorph (badan gemuk), ilmu gym menyampaikan bahwa percuma sit up 200 x, tidak akan menciptakan perut menjadi six pack. Nah, akan tetapi kenyataanya pada ilmu freeletics justru mengatakan kebalikannya. Dalam satu sesi latihan freeletics, kita bisa dilatih sampai 100 x sit up bahkan lebih.

Sebagai contoh, kita ambil hidangan latihan freeletics Dione. Pada hidangan Dione, kita dilatih buat melakukan satu sesi latihan yang terdapat menu sit up nya sebesar 50 repetisi dan dilakukan tiga set. Belum lagi ditambah latihan 50 leg levers yg pula dilakukan 3 set. Leg levers pula melatih otot perut. Kalau ingin mengetahui nama2 & gerakan2 simpel olahraga freeletics, silahkan baca postingan: Gerakan2 Lengkap Dalam Freeletics. Coba anda hitung, berarti dalam satu kali latihan itu sudah mampu melakukan sit up sampai 150 kali & leg levers 150 kali. Total = 300 kali latihan otot perut.

Sedangkan kalau pada ilmu gym, sit up sebanyak itu nir dianjurkan. Yang diharapkan itu adalah banyak latihan kardio untuk membakar lemak. Saya sendiri dulu telah pernah ke tempat gym, jauh sebelum Saya mengenal freeletics. Bahkan di loka gym pun, aku ndak pernah lihat orang2 pada tempat fitnes, mulai berdasarkan yang pemula hingga yang telah senior yang badannya gede2 melakukan sit up hingga 100 kali. Paling2 mereka bila sit up cuma 12-15 kali dan dibagi pada 3 set.

Fitness & Olahraga Bodyweight

Selain itu, di loka fitnes, sporadis orang2 melakukan olahraga bodyweight (olahraga yg mengandalkan berat tubuh sendiri), misalnya misalnya push up. Paling2 hanya sit up dan pull up akan tetapi jumlahnya tidak sebanyak sit up dan pull up di olahraga freeletics. Saya sendiri yang dulu suka nge-gym & teman2 saya yg pula senang nge-gym ternyata sama2 sporadis melakukan olahraga push up di tempat fitness. Biasanya kalau di loka fitnes, ya bawaannya dumbeell, barbel, atau gunakan mesin.

Tetapi jika di freeletics, bodyweight, misalnya push up & pull up itu telah jadi makanan utama, & dalam sekali latihan sanggup dilakukan hingga 50 kali lebih. Sudah kentara karena freeletics adalah olahraga bodyweight. Tidak pakai beban sama sekali, misalnya dumbell atau barbel. Olahraga squat pada freeletics pun dilakukan tanpa beban, akan tetapi mampu dilakukan sampai 300 kali squat. Sementara jika di loka fitnes, olahraga squat hanya dilakukan 10-12 kali akan tetapi menggunakan barbel di pundak sebagai pemberat.

Sudah kentara sekali perbedaannya…..

Cardio Gym Vs Freeletics

Kalau anda pernah atau sedang menekuni olahraga fitnes, yang hobi ke tempat fitnes tentu ada cardio. Cardio merupakan olahraga yg dilakukan buat membakar lemak, menggunakan menggerakkan tubuh kita dan tentunya akan mengeluarkan banyak keringat. Di olahraga freeletics pun terdapat cardio. Nah, apa lalu bedanya?

Intinya, cardio pada latihan freeletics jauh lebih bervariasi dan lebih menguras stamina dibandingkan cardio di loka gym. Itulah kenapa freeletics dianggap pula dengan olahraga Super High Intensive Interval Training (HIIT), bukan HIIT biasa. Di tempat fitnes, kardio yg sangat generik merupakan treadmill (lari di loka memakai alat treadmill). Kecepatannya pun bisa diatur. Di loka gym umumnya kardio juga sanggup lari beberapa putaran. Selain itu kardio pada tempat gym yg biasa dialkukan orang2 adalah sepeda statis. Kalau pengalaman saya dulu, kebanyakan kardio di loka gym yg banyak dilakukan ada 2, yaitu treadmill & sepeda statis.

Kalau cardio di olahraga freeletics, variasinya jauh lebih banyak. Tapi gerakannya sangat mudah & aku rasa gerakannya pun sangat familiar. Contohnya, misalnya lompat, jumping jacks, burpee, lari, climber. Seperti jumping jacks contohnya, terkesan misalnya gerakan pemanasan biasa, akan tetapi anda harus melakukan hingga 75 kali dan diulangi hingga tiga repetisi. Itulah mengapa freeletics dikatakan olahraga super HIIT. Tentunya, cardio di freeletics sangat tidak sinkron dengan cardio di loka fitnes, lantaran umumnya cardio di tempat fitness memakai alat seperti sepeda tidak aktif, sedangkan jika pada freeletics, anda tidak perlu menggunakan indera apapun. Semuanya, 100% bodyweight (mengandalkan berat badan sendiri).

Kesamaan Gym dan Freeletics

Nah, di pada disparitas ilmu gym & freeletics tetap terdapat kesamaannya. Kesamaannya sih memang tidak banyak. Kesamaan yang penting aku hanya bisa temukan satu saja. Kesamaannya adalah: sama2 melakukan cardio. Tadi, pada awal telah saya jelaskan bahwa olahraga fitness nir menganjurkan sit up hingga ratusan kali, lantaran sit up ratusan kali tetap nir akan menciptakan otot perut. Lebih baik poly berlatih cardio untuk membakar lemak, lalu baru dikombinasikan dengan sit up.

Dalam freeletics, dianjurkan buat sit up sampai 100 kali lebih pada sekali latihan, tapi pada dalam satu hidangan latihan terdapat latihan cardio yang relatif berbobot. Intinya, freeletics pun sebenarnya tidak meganjurkan kalau olahraga membentuk perut six pack hanya dilakukan menggunakan sit up saja, akan tetapi haus dikombinasikan menggunakan kardio super HIIT, yg cukup melatih stamina anda para pencinta olahraga.

Jadi, sebenarnya ilmu gym dan freeletics dalam hal cardio itu secara tidak langsung tetap saling mendukung. Hanya saja, caranya berbeda. Keduanya, sama2 mengharuskan untuk melakukan latihan cardio untuk mendapatkan fisik yang lebih optimal. Dari pemaparan ini, semoga bisa membantu anda untuk memahami lebih dalam mengenai ilmu gym dan ilmu freeletics.

Bagi anda yang senang olahraga murah meriah dan tidak keluar poly porto, nir perlu melulu pulang ke tempat kebugaran, tapi sanggup menciptakan badan menggunakan optimal, maka olahraga freeletics merupakan pilihannya. Ingin mengetahui lebih dalam? Silahkan disimak artikel: Kalkulasi Perbandingan Biaya Gym Vs Freeletics.

 

Artikel di kutip dari berbagai sumber media seperti google, blogspot, wiki, web sport, web olahraga, web sehat


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen − nine =