Bambonghore Tekno | Swift open source akan menguntungkan Tizen?

  • Share

Saat berlangsungnya WWDC 2015 pada hari Senin kemarin di San Fransisco, Apple meluncurkan bahasa pemrograman Swift 2.0. Craig Federighi, wakil presiden senior Apple buat aplikasi engineering yg sebagai pembicara utama waktu pengumuman ini mengatakan akan menciptakan Swift sebagai open source pada akhir tahun ini.

"Kami pikir Swift merupakan bahasa pemrograman besar berikutnya. Yang kita seluruh akan melakukan pelaksanaan dan sistem pemrograman selama 20 tahun yg akan tiba. Dan kami pikir Swift harus pada mana-mana dan dipakai oleh seluruh orang. Dan kita akan melakukan sesuatu yang benar-benar akbar. Hari ini kami mengumumkan bahwa Swift akan open source," istilah Craig Federighi. "Kami akan menggelar compiler dan standard library untuk iOS, OSX dan Linux."

Dalam blog buat pengembang, Apple menyebutkan kriteria menurut open source buat Swift yg diantaranya sebagai berikut:

  • Source code Swift akan dirilis di bawah lisensi OSI-approved permissive license (OSI = Open Source Initiative).
  • Kontribusi dari komunitas akan diterima dan didorong.
  • Saat peluncuran, Apple akan memberikan kontribusi porting untuk OS X, iOS, dan Linux.
  • Source code akan mencakup compiler Swift dan standard library.

Jim Zemlin, Direktur Eksekutif menurut Linux Foundation, eksklusif menyambut baik langkah Apple ini. "Ini merupakan langkah yang cerdas buat Apple dan kemenangan akbar bagi komunitas pengembang. Apple sudah lama dihargai pengembang, tapi minggu ini mengadopsi strategi kunci yg telah menjadi pendekatan de facto menggunakan bahasa pemrograman: open source," ucapnya. "Ketika kita bergerak lebih dalam kompleksitas Internet of Things (IoT), komputasi mobile & teknologi otomotif (medan perang utama pada teknologi), Apple, Microsoft, Facebook, Amazon, Google & poly lainnya melihat ke software open source buat memajukan penemuan dalam area ini."

Simon Phipps mantan direktur OSI sangat berhati-hati dalam menanggapi hal ini. "Sementara setiap bagian tambahan menurut aplikasi open source memperluas kesempatan bagi kebebasan software, pertanyaan penting buat sebuah bahasa pemrograman itu sendiri bukannya open source atau tidak namun apakah memungkinkan buat membuat software open source menggunakan itu. Bahasa pemrograman adalah perekat buat SDK, API dan library. Nilai sebenarnya berdasarkan Swift merupakan apakah itu realistis untuk sanggup dipakai di mana saja bukan cuma buat produk Apple saja."

Sementara buat Florian Mueller, pakar paten yang terkait menggunakan software & teknologi mobile, keputusan Apple ini sanggup menguntungkan buat Tizen. "Apple pasti sudah berpikir mengenai apa yg mungkin akan dilakukan oleh Microsoft & Google (& lainnya) sekarang. Microsoft akan diuntungkan, & saya sanggup melihat Tizen bisa merogoh manfaat dengan cara yang sama. Google memiliki basis pengembang akbar yg bahagia menggunakan Java, & jika pernah ingin mengganti Java, terdapat beberapa bahasa alternatif yg sudah berkembang selama beberapa ketika," pungkasnya. "Apple mungkin merasa bahwa baik Windows juga Tizen masih belum menjadi ancaman, tidak peduli seberapa kecil bisnis untuk memporting pelaksanaan Swift buat platform tadi yang mungkin terjadi pada masa depan. Apel bahkan mampu berharap bahwa pangsa pasar yg lebih akbar buat Windows & Tizen hanya akan merugikan Google (membagi & menaklukkan, semacam itu)."

 

Dilansir dari google, bing dan berbagai web lainnya, berikut kami merangkum artikel Swift open source akan menguntungkan Tizen?, semoga informasi ini bermanfaat.

Baca Juga :   Download iTunes untuk Windows 64-Bit - Teknologi Informasi
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

three × 4 =