Bambonghore Tekno | Siapapun yang memimpin AI akan menguasai dunia

Posted on 7 views

Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Jum’at (1/9) kemarin berbicara dengan para murid di negaranya buat mengawali tahun ajaran baru di Rusia. Dia mengatakan kepada mereka bahwa "masa depan adalah milik kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI)," dan siapa yang menguasainya terlebih dahulu akan menguasai dunia.

"Kecerdasan protesis merupakan masa depan, tidak hanya buat Rusia, tapi pula bagi seluruh umat manusia. Teknologi ini muncul menggunakan peluang kolosal, akan tetapi juga mampu sebagai ancaman yg sulit diprediksi. Siapa pun yg menjadi pemimpin pada bidang ini akan menjadi penguasa global ," kata Vladimir Putin.

Namun, presiden Rusia ini lalu menambahkan bahwa dia nir ingin melihat siapapun buat "memonopolidanquot; bidang ini.

"apabila kita sebagai pemimpin pada bidang ini, kita akan berbagi pengetahuan ini dengan semua dunia, dengan cara yg sama kita menyebarkan teknologi nuklir kita hari ini," ucapnya pada mahasiswa dari semua Rusia melalui interaksi satelit, berdasarkan tempatnya berada wilayah Yaroslavl.

Dalam mata kuliah terbuka selama 45 mnt (jam akademik baku pada Rusia) ini dihadiri sang anak didik & guru dari 16.000 sekolah di Rusia, dengan total penonton melebihi satu juta.

It begins … https://t.co/mbjw5hWC5J

— Elon Musk (@elonmusk) 4 September 2017

Kecerdasan buatan lebih berbahaya daripada nuklir

Di awal Juli kemarin, CEO Tesla Elon Musk mendesak pemerintah Amerika Serikat buat segera menerbitkan peraturan terkait teknologi kecerdasan protesis. Menurutnya, AI sanggup merupakan inovasi teknologi yang paling Mengganggu dalam sejarah sebagai akibatnya menyimpan resiko mendasar bagi peradaban manusia.

Di lain kesempatan, Elon Musk juga memprediksi bahwa dunia kiamat bukan lantaran perang nuklir yang dipicu sang Korea Utara, namun karena perlombaan pada inivasi teknologi kecerdasan protesis.

Korea Utara "seharusnya rendah dalam daftar kekhawatiran risiko eksistensial terhadap peradaban kita," istilah Elon Musk melalui akun Twitter pribadinya. "Persaingan buat keunggulan AI di tingkat nasional kemungkinan besar akan mampu menyebabkan Perang Dunia 3."

"Saya pikir orang-orang yg naysayer [selalu berpikiran negatif atau pesimis-red] dan mencoba menghidupkan skenario kiamat ini, saya tidak sanggup memahaminya, ini sangat negatif dan pada beberapa hal saya sahih-sahih menganggapnya tidak bertanggung jawab," kata Zuckerberg.

"Dalam 5 hingga 10 tahun ke depan, AI akan memberikan begitu banyak pemugaran pada kualitas hidup kita. Apabila Anda memikirkan keamanan & kesehatan saja, AI telah membantu kita mendiagnosis penyakit dengan lebih baik & mencocokkan obat menggunakan orang-orang tergantung pada penyakit mereka, " pungkasnya.

Tampaknya Musk dan Zuckerberg memiliki disparitas pemikiran dalam masalah ini. "Saya sudah berbicara dengan Mark mengenai ini. Pemahamannya mengenai topik ini terbatas," kata Musk mencoba buat membenarkan posisinya untuk masalah ini.

Pendapat Elon Musk ini kemudian ditanggapi oleh CEO Facebook Mark Zuckerberg yang menilai rekannya ini nir bertanggung jawab.

"Jadi setiap kali saya mendengar orang berkata ‘Oh AI akan menyakiti orang pada masa depan,’ aku pikir ya, teknologi umumnya sanggup dipakai buat kebaikan dan keburukan, dan Anda wajib berhati-hati dengan bagaimana Anda membangunnya," kata Zuckerberg mencoba menyimpulkan.

 

Dilansir dari google, bing dan berbagai web lainnya, berikut kami merangkum artikel Siapapun yang memimpin AI akan menguasai dunia, semoga informasi ini bermanfaat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 + 5 =