Bambonghore Tekno | Selain Linux, Tizen 3.0 juga akan berbasis RTOS

Posted on 8 views

Saat pertama kali meluncurkan sistem operasi (OS) bada di awal Desember 2009 pada London, Samsung Electronics mengatakan bahwa platform smartphone ini menggunakan kernel real-time operating system (RTOS) & dikemudian hari juga akan dikembangkan buat kernel Linux. Dan kini berkebalikan, Tizen yg awalnya memakai kernel Linux mulai versi tiga.0 mendatang juga akan dikembangkan buat penggunaan kernel RTOS untuk Micro profile.

Menurut Samsung, Tizen Micro profile merupakan sebuah platform terbuka buat perangkat IoT low-end yg akan memanfaatkan internet & memperluas nilai mereka dengan teknologi Web. Tizen Micro profile menyediakan perangkat lunak stack minimal yg selalu diperlukan dalam perangkat IoT. Ini akan menjadi sesuatu yg umum buat setiap perangkat IoT pada Tizen sebagai ‘The OS of Everything.’

RTOS sendiri adalah sistem operasi yang dipakai untuk melayani pelaksanaan pemrosesan data secara real-time, tanpa penundaan atau buffering. Tidak hanya feature phone & perangkat IoT (wearable, kendaraan, peralatan tempat tinggal tangga), tapi OS mobile lama misalnya Symbian, Windows CE (yg digunakan oleh Microsoft sebagai kernel menurut OS Windows Mobile dan Windows Phone 7) dan QNX (OS dalam BlackBerry Playbook) serta Blackberry 10 juga berbasis RTOS.

Dibandingkan dengan Linux, RTOS memiliki kelebihan dalam penggunaan sumber daya hardware. Jika Linux minimal membutuhkan > 200MIPS, prosesor 32-bit, idealnya dengan MMU, ROM 4Mb dan RAM 16MB hanya untuk melakukan booting (yang mungkin memakan waktu beberapa detik). Maka RTOS bisa dinyalakan dalam hitungan milidetik, dengan memori kurang dari 10Kb, atau pada mikrokontroler 8-bit keatas.

Setelah melalui beberapa pengujian, Samsung berhasil mencapai meningkatkan secara optimal footprint yg layak buat Tizen Micro profile menggunakan ROM 32MB dan RAM 64MB. Beberapa perangkat yang dituju buat penggunaan Tizen Micro profile antara lain lemari es, AC, mesin cuci & robot vacuum cleaner.

Dengan spesifikasi hardware sekecil ini, Samsung sudah tetapkan pengembangan software & framework aplikasi buat Tizen Micro profile yang berbasis RTOS menggunakan memakai IoT.Js & JerryScript.

IoT.Js bertujuan buat menyediakan platform layanan inter-operable pada dunia IoT, berbasis teknologi web. Target IoT.Js adalah untuk sanggup berjalan pada perangkat yang memiliki sumber daya yg sangat terbatas seperti perangkat yang hanya memiliki beberapa kilobyte RAM yg tersedia. Sedangkan JerryScript yg sebagai inti dari IoT.Js, merupakan JavaScript engine ringan yg dimaksudkan buat berjalan pada perangkat yang memiliki asal daya sangat terbatas misalnya mikrokontroler dengan hanya beberapa kilobyte ROM & RAM yang tersedia buat kode engine.

Tizen Micro, an Operating System for Internet of Things

Tizen Micro profile is an open platform for low-end IoT devices to utilize the Internet and extend their value with Web technology. Tizen Micro profile provides the minimal S/W stack that is necessarily required on IoT devices. It will be common for the every IoT devices in Tizen and address Tizen as OS of Everything.

 

Dilansir dari google, bing dan berbagai web lainnya, berikut kami merangkum artikel Selain Linux, Tizen 3.0 juga akan berbasis RTOS, semoga informasi ini bermanfaat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten + 15 =