Bambonghore Tekno | Samsung tidak ingin terlena dalam kegagalan seperti Sony

  • Share

Samsung Electronics terus menaikkan upayanya untuk mencegah terulangnya mimpi jelek misalnya yg dialami oleh Sony dampak kegagalan baterai produksi mereka pada pertengahan tahun 2000-an. Sony adalah produsen komponen premium terkemuka di global hingga tahun 2006, ketika 4 juta laptop Dell terpaksa ditarik balik berdasarkan pasaran lantaran "baterai meledakdanquot; yang dipasok sang Sony.

Selain baterai & komponen elektronik, Sony dalam ketika itu pula tidak tertandingi di berbagai bidang teknologi misalnya TV dan kamera. Tidak ada yg percaya kemudian Samsung sanggup merogoh alih kejayaan Sony sejak 2005, lantaran perusahaan dari Korea nir dikenal secara luas sebelumnya pada berbagai pameran dagang internasional misalnya Consumer Electronics Show di Las Vegas atau IFA pada Jerman.

Sony mulai kehilangan pamornya selesainya penarikan laptop yg belum pernah terjadi sebelumnya, & Samsung kemudian menggantikan posisinya menjadi produsen elektronika premium nomor satu pada global selama lebih berdasarkan satu dekade hingga saat ini.

Samsung sempat mengalami kemunduran yg tidak terduga tahun kemudian, setelah salah satu produk andalannya Galaxy Note 7 terlibat pada kontroversi serupa menggunakan Sony 10 tahun lalu terkait baterai yang meledak. Tetapi, perusahaan Korea itu terbukti lebih lincah dalam menghadapi kegagalan tadi menggunakan segera menghentikan produksi dan penjualan perangkat yang bermasalah dan menunjukkan pengembalian uang buat sekitar 1 juta pengguna galaxy Note 7.

Baca Juga :   Bambonghore Tekno | Tizen dan WebOS kuasai pasar Smart TV global

Perbedaan penting dalam manajemen krisis di Samsung & Sony adalah upaya mereka untuk segera menerima balik kepercayaan konsumen dengan segera mengumumkan akar penyebab bala dalam Note 7. Samsung segera minta maaf dan jua berjanji buat mencegah peristiwa yang serupa terulang balik di masa depan dengan meluncurkan langkah-langkah inspeksi keselamatan berlapis menurut tahap pengembangan awal yg jauh lebih poly dan detil daripada sebelumnya. "Samsung tidak akan menjamin tanggung jawab hukum apapun terhadap pemasok baterai kami, lantaran kami pada akhirnya memang gagal buat mengecek ulang keamanan perangkat," istilah kepala Samsung Mobile Koh Dong-jin (DJ Koh) mengungkapkan pada sebuah konferensi pers dalam bulan Januari.

Penanggulangan yang cepat telah membantu memenangkan pulang agama konsumen, seperti yg ditunjukkan oleh penjualan smartphone terbarunya di awal 2017. Berdasarkan laporan terbaru menurut forum riset pasar International Data Corporation (IDC), pangsa pasar smartphone Samsung kembali naik pada Q1 2017 sesudah sebelumnya terpuruk pada Q4 2017 akibat insiden Galaxy Note 7.

IDC: Smartphone Vendor Market Share Chart

Berbeda menggunakan Sony, hanya butuh ketika kurang menurut setahun bagi unit mobile Samsung buat pulang ke profitabilitas setelah mengalami bencana pada kuartal ketiga tahun lalu. Awal bulan ini, Samsung melaporkan keuntungan operasional kuartal kedua yang mencapai 14 triliun won (kurang lebih 167 triliun rupiah). Ini merupakan yg terbesar semenjak perusahaan ini didirikan dalam tahun 1969.

Baca Juga :   Bambonghore Tekno | Samsung Gear 2 dan Gear 2 Neo mulai dijual di 125 negara

Samsung ingin menciptakan baterai paling aman di global

Insiden baterai pada Samsung Galaxy Note 7 tidak hanya berimbas dalam Samsung Mobile, tetapi yang paling parah terkena dampaknya merupakan Samsung SDI, afiliasi dari Samsung Group yg memproduksi baterai dalam skala akbar. Tetapi, di bawah kebijakan Samsung Group, Samsung SDI menggunakan cepat jua sanggup kembali mendapatkan kepercayaan berdasarkan klien utamanya.

Setelah Samsung Electronics mengumumkan penarikan pulang Note 7 secara dunia pada bulan September tahun lalu, Samsung SDI membentuk sebuah gugus tugas darurat pada fasilitas manufakturnya pada Cheonan, sebelah selatan Seoul, pada usaha tanpa kenal lelah buat sanggup menghentikan terjadinya kembali kegagalan baterai yg serupa. Saat itu, Samsung SDI mengalokasikan lebih menurut 100 pekerja mereka ke gugus tugas baru tersebut, melakukan proses inspeksi keselamatan 3 arah mulai dari pengembangan & pembuatan sampai inspeksi kualitas paska produksi.

"Kami telah menginvestasikan lebih menurut 150 miliar won (sekitar 1,8 triliun rupiah) buat menaikkan langkah-langkah keselamatan semenjak bencana Note 7," kata seorang pejabat pada Samsung SDI. "Kami jua bekerja sama menggunakan organisasi pemeriksaan pihak ketiga buat memastikan bahwa sistem keselamatan kami telah semakin tinggi."

Upaya tadi mulai berakibat output, karena laba perusahaan diperkirakan akan menormalkan setidaknya pada paruh ke 2 tahun ini.

"Penjualan baterai polimer kami baru saja pulih ke tingkat yg sama misalnya ketika sebelum kegagalan Note 7," kata pejabat Samsung SDI tersebut. "Kami menghubungkan pemulihan cepat ini menggunakan respons instan kami buat memperketat langkah-langkah keselamatan."

Baca Juga :   Bambonghore Tekno | Samsung Z2 telah tersedia di Remote Test Lab

Samsung sudah siap mengungkap versi modern dari Galaxy Note – yang dilengkapi dengan baterai protesis Samsung SDI – bulan depan. Penjualan yang kuat dari smartphone andalan Samsung Electronics diperkirakan akan mempertinggi potensi rebound Samsung SDI pada paruh ke 2 tahun ini.

 

Dilansir dari google, bing dan berbagai web lainnya, berikut kami merangkum artikel Samsung tidak ingin terlena dalam kegagalan seperti Sony, semoga informasi ini bermanfaat.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

one × 1 =