Bambonghore Tekno | Samsung rekrut pembuat Microsoft Cortana dan Google Assistant sebagai direktur riset AI

  • Share

Samsung Electronics sudah merekrut Dr. Larry Paul Heck, seseorang insinyur listrik Amerika yg dikenal lantaran keahliannya pada Artificial Intelligence (AI), khususnya machine learning, dan penerapannya pada pemrosesan bahasa ekspresi dan goresan pena. Dr. Larry Heck sebelumnya sudah berjasa dalam berbagi beberapa layanan AI terbaik pada dunia misalnya Google Assistant dan Cortana dari Microsoft.

Di Samsung, Dr. Larry Heck menduduki jabatan baru menjadi direktur senior penelitian & pengembangan AI pada Samsung Research America (SRA) di Mountain View, Silicon Valley, America Serikat (Alaihi Salam), sejak November kemudian.

"Dalam industri Teknologi Informasi & Komunikasi (TIK), Samsung Electronics secara unik diposisikan buat menghadirkan layanan AI yg terhubung ini ke kehidupan pada dunia, dari hampir setengah miliar perangkat yang terhubung yg dijual sang perusahaan setiap tahunnya. Sebenarnya, mengingat daur hayati perangkat yang khas, ada lebih berdasarkan satu miliar perangkat Samsung yg digunakan secara aktif di seluruh global pada ketika tertentu," istilah Dr. Larry Heck mengomentari potensi perusahaan barunya ini. "Portofolio perangkat Samsung pula sebagai yang terluas pada industri, & termasuk perangkat mobile seperti smartphone, tablet dan perangkat wearable, perangkat perkantoran misalnya PC, signage dan Samsung Flip, perangkat buat tempat tinggal tangga seperti Samsung Smart TV, Family Hub dan FlexWash dan FlexDry, dan banyak lagi."

Dr. Larry Heck menaruh pidato utama menggunakan Son Young-kwon, presiden Samsung Electronics, pada Konferensi AI tertutup yg diadakan oleh SRA pada 17-18 Januari kemarin. Dalam konferensi tersebut, presentasi dibuat oleh ilmuwan terkemuka di AI yg bekerja di Google, MIT, Carnegie Mellon University dan UC Berkeley dengan sekitar 300 peserta yang hadir.

"Dalam beberapa tahun mendatang, pengguna mungkin nir perlu memikirkan bagaimana mengoperasikan perangkat yg tidak sama secara individu atau membuat pilihan di antara layanan. Sebagai gantinya, global baru berdasarkan perangkat dan layanan yg terhubung berdasarkan kecerdasan buatan (AI) akan bisa merekomendasikan & melakukan fungsi mereka sendiri yg terintegrasi dan mulus bagi pengguna pada dalam dan di seluruh lingkungan menurut tempat tinggal hingga ke tempat kerja hingga ke mobil," istilah Dr. Larry Heck. "Misalnya, di rumah, waktu pengguna bangun pada pagi hari dalam hari hujan, lampu rumah akan semakin mencerahkan, sementara musik yang sesuai buat hari hujan dipilih & dimainkan pada latar belakang. Secangkir kopi akan disiapkan segera selesainya pengguna menyampaikan "kopidanquot; saat melangkah ke dapur & kulkas jua akan merekomendasikan pandangan baru kuliner untuk hari ini, menanyakan pada pengguna apakah beliau ingin membeli bahan kuliner secara online."

Baca Juga :   Pengertian Kebugaran

"Pada CES tahun ini, Samsung menyoroti penemuan terbarunya pada visinya untuk mendorong Internet Things (IoT) yg didukung sang AI. Samsung Smart TV yang kini terintegrasi menggunakan Bixby, sanggup memutar musik & menerangkan output personalisasi bagi pengguna, sekaligus memberitahuakn siapa yg ada pada pintu depan atau apa yg terdapat di pada kulkas. Kulkas Family Hub, yg pula terintegrasi dengan AI, mengenali suara anggota keluarga yg tidak sinkron dan menyediakan jadwal harian yg dipersonalisasi setiap hari," kata Dr. Larry Heck. "Ke depan, Samsung akan terus penekanan buat memadukan AI secara keseluruhan ke pada pengaturan yang terhubung, seperti rumah atau tempat kerja, berbeda dengan pemain lain yg terutama mengejar penerapan AI pada beberapa perangkat dan layanan. Pada bulan-bulan berikutnya, Samsung akan mengintegrasikan tidak hanya perangkat Samsung, tetapi juga perangkat dan sensor IoT yg dikembangkan oleh mitra eksternal ke dalam ekosistem SmartThings, memungkinkan satu pelaksanaan SmartThings untuk mengendalikan semuanya. Selanjutnya, Samsung juga berencana mengintegrasikan AI ke semua perangkat yang terhubung dalam tahun 2020."

Dr. Larry Heck mendapat gelar Ph.D. Menurut Institut Teknologi Georgia dan dari tahun 1992, sudah menilik bahasa alami di Stanford Research Institute (SRI). Pada tahun 1998, dia pindah ke Nuance Communications, sebuah perusahaan pengenalan suara. Sebagai wakil presiden Litbang, beliau berbagi teknologi AI awal misalnya pemrosesan bahasa alami, sosialisasi suara, dan solusi text-to-speech.

Baca Juga :   Bambonghore Tekno | Tizen TV 2016 mendapat sertifikasi UHD Premium

Pada tahun 2005, Dr. Larry Heck mulai memimpin Departemen Litbang pada Yahoo dan menerapkan sebuah proyek untuk mengenalkan layanan AI buat mesin pencarian. Dr. Larry Heck mulai membuatkan layanan AI dengan sungguh-sungguh pada tahun 2009 ketika bergabung menggunakan Microsoft. Dr. Larry Heck memimpin pengembangan layanan AI ‘Cortana’ pada Microsoft. Pada tahun 2014, Dr. Larry Heck pindah ke Google & membuatkan ‘Google Assistant’ sebagai Direktur Riset di Google.

"Di tahun-tahun mendatang, banyak perangkat IoT dengan dukungan AI akan membuat majemuk pola dan skenario penggunaan. Bagaimana perangkat yang mempunyai fitur AI akan belajar dan menganalisis pola penggunaan yg kompleks dan memberi konsumen pilihan yang paling optimal akan sangat penting bagi keberhasilan teknologi AI pada waktu dekat. Dengan kata lain, keberhasilan AI akan berkembang sampai seberapa baik perangkat tadi tahu pengguna," kata Dr. Larry Heck. "Lantaran itu, perspektif Samsung mengenai AI merupakan menciptakan ekosistem yg bersifat pengguna-sentris ketimbang perangkat-sentris. Untuk mengejar tujuan itu, kita akan mulai menggunakan menciptakan platform AI pada bawah arsitektur generik yg tidak hanya akan berskala cepat, tetapi juga memberikan pemahaman dan konteks penggunaan yang paling dalam, membuat AI lebih relevan & bermanfaat."

Seiring dengan perekrutan Dr. Larry Heck, Samsung akan berkonsentrasi pada strategi ‘AI First’. Samsung Electronics mengumumkan tahun lalu bahwa perusahaan tersebut akan mendirikan laboratorium AI di Kanada dan bekerja sama dengan profesor Yoshua Bengio dari Universitas Montreal, sebuah otoritas teratas dalam pembelajaran AI dan machine learning. Tahun ini, Samsung akan mendirikan organisasi penelitian pra-AI dengan sekitar 200 orang di Inggris dan Rusia. Di Korea, Samsung Research didirikan dengan mereorganisasi Software R&D center dan Digital Media & Communications (DMC) R&D center, dan Kim Hyun-suk, kepala Divisi Consumer Electronics (CE) Samsung Electronics, mengambil alih Samsung Research sebagai pimpinan pertamanya.

Baca Juga :   Pengertian Switch

“Selama beberapa dekade terakhir, Samsung berhasil mengenalkan produk dan inovasi dengan meneliti gaya hidup dan perilaku konsumen global. Dengan memperhatikan warisan pengembangan produk pengguna-sentris, Samsung akan memulai sebuah perjalanan yang mengasyikkan yang terbuka bagi kemungkinan-kemungkinan tak terbatas dalam pengalaman pengguna baru dengan mengintegrasikan AI ke ekosistem IoT yang terbuka saat ini sedang berkembang. Perjalanan ini pasti akan menarik bagi kita di sini di Samsung, tapi lebih dari itu bagi konsumen, karena Samsung mengambil langkah besar untuk menghadirkan harapan dan ekspektasi konsumen terhadap kehidupan,” pungkas Dr. Larry Heck.

 

Dilansir dari google, bing dan berbagai web lainnya, berikut kami merangkum artikel Samsung rekrut pembuat Microsoft Cortana dan Google Assistant sebagai direktur riset AI, semoga informasi ini bermanfaat.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

8 + sixteen =