Bambonghore Tekno | Samsung pertimbangkan untuk merilis mobil listrik pintar berbasis OS Tizen

  • Share

Samsung Group yg sedang mencari mesin pertumbuhan baru, ingin menghidupkan balik usaha otomotif mereka melalui pengembangan kendaraan beroda empat listrik pandai berbasis sistem operasi (OS) Tizen. Vice Chairman Samsung Lee Jay-yong (Jay Y. Lee) dikabarkan sedang mempertimbangkan buat terjun pada bisnis ini setelah melihat tren pasar terkini dan kemampuan perusahaannya yg lebih dari cukup buat sanggup menciptakan kendaraan beroda empat pintar sendiri.

Menurut asal industri pada Korea hari ini, Samsung Advanced Institute of Technology (SAIT) telah menyebarkan mobil listrik yang berjalan pada OS Tizen & sedang menunggu keputusan akhir berdasarkan Samsung Group apakah akan terjun pada usaha otomotif kembali buat merilis mobil pintar ini. Samsung tertarik buat masuk kembali ke bisnis otomotif setelah melihat pesaing mereka sesama perusahaan teknologi yang pula telah bersiap buat mobil pintar buatan mereka masing-masing.

Apple, contohnya, dilaporkan telah mempekerjakan ratusan energi ahli untuk menciptakan mobil listrik pada proyek yg bernama Titan. Sementara sebelumnya Google sudah berulangkali menguji coba kendaraan beroda empat tidak berawak mereka dan Sony jua sudah berinvestasi pada start-up pembuat kendaraan beroda empat tanpa sopir pada Jepang. Dan semuanya mungkin terinspirasi menurut kesuksesan Tesla Motors pada memasarkan kendaraan beroda empat listrik buatan mereka ke seluruh global.

Analis industri berkata bahwa pengalaman Samsung Group dalam bisnis otomotif sebelumnya bisa memberikan perusahaan laba yg lebih berdasarkan perusahaan pesaingnya. Selain itu, anak perusahaan Samsung memiliki solusi hardware dan aplikasi terkait dengan kendaraan beroda empat listrik juga kendaraan beroda empat tak berawak.

Baca Juga :   Bambonghore Tekno | NexStreaming rilis NexPlayer untuk Tizen di MWC 2017

Samsung Group pertama kali masuk dalam usaha otomotif dalam tahun 1994 melalui anak perusahaannya Samsung Motors yg berbasis di Busan. Namun karena adanya krisis ekonomi pada Asia, Samsung terpaksa menjual 70% % sahamnya ke perusahaan otomotif Perancis Renault dalam bulan September 2000 sebagai akibatnya berganti nama menjadi Renault Samsung Motors.

Pada tahun 2014, contoh SM3 ZE menurut Renault Samsung menjadi kendaraan beroda empat listrik terlaris kedua di Korea yg terjual 309 unit.

Bulan kemarin, Samsung SDI, anak perusahaan solusi tenaga & material elektronika milik Samsung Group, telah mengakuisisi usaha baterai milik Magna International, pemasok otomotif global terkemuka yg berbasis di Austria. Akuisisi ini akan menaikkan kemampuan Samsung SDI pada memproduksi baterai buat tunggangan listrik.

Selain baterai menurut Samsung SDI, Samsung pula telah masuk dalam bisnis komponen elektronik buat tunggangan melalui Samsung Electro-Mechanics. Samsung SDI telah menaikkan pasokan baterai buat pembuat kendaraan beroda empat dunia dan penghasil mobil Eropa, seperti BMW dan Volkswagen. Dan bergabungnya Samsung Electro-Mechanics sudah menciptakan kekuatan merek ‘Samsung’ kini memiliki beberapa gaung di pasar sparepart otomotif.

"Baterai listrik dan alat-alat elektronika adalah bagian krusial dari kendaraan beroda empat listrik," istilah seseorang pejabat dari Samsung Electronics. Sementara layar sentuh yg akbar pada dashboard & jua jendela akan memainkan peranan utama sebagai media buat mengontrol mobil yg berjalan pada OS tertentu, seperti Tizen atau QNX.

Baca Juga :   Bambonghore Tekno | Samsung sampaikan visi dan strategi untuk AI dan IoT di CES 2018

Pada akhir 2013, Samsung diketahui telah mengajukan sejumlah pelaksanaan paten di Amerika Serikat dan Korea Selatan yang mencakup beberapa bagian teknologi yg dapat digunakan dalam kendaraan listrik. Samsung mengajukan aplikasi untuk teknologi baru yang diperlukan dalam pembuatan sparepart kendaraan beroda empat yang dapat digunakan pada tunggangan listrik. Paten ini mencakup teknologi epilog buat ban, motor, dan elektro on-board buat membuatkan informasi antara kendaraan beroda empat & sopir.

Pengajuan paten pula menyampaikan jikalau Samsung pula telah mempertimbangkan buat menghubungkan usaha medis dengan mendorongnya ke otomotif. Menurut pengajuan paten yang diterbitkan dalam bulan Agustus, Samsung bekerja pada teknologi untuk mengendalikan tunggangan didasarkan dalam syarat medis seseorang. Penemuan ini akan menunjukkan buat "mengoptimalkan kondisi mengemudi dengan mengontrol tunggangan menurut warta medis eksklusif dari pengemudi."

Samsung pula telah menyiapkan jendela yg terbuat berdasarkan panel layar transparan yang menyediakan tampilan peta & liputan lainnya buat orang-orang pada pada mobil, ad interim dilain pihak masih memungkinkan buat visibilitas secara penuh.

"Tizen akan dikembangkan buat smartphone, pula kendaraan beroda empat dan apa pun yg menggunakan sistem operasi pandai . Tujuannya adalah buat membuka sistem yg tertutup," istilah Jong-Deok Choi (JD Choi), wapres Eksekutif menurut Samsung Software Center.

"Generasi kendaraan beroda empat mendatang adalah segala sesuatu pada dalam mobil yang akan dioperasikan & diotomatisasi oleh sistem operasi & sensor," istilah Park Hyun, seorang analis pada Tongyang Securities di Seoul. "Dalam hal ini, perusahaan teknologi dapat mempunyai dampak lebih besar daripada perusahaan kendaraan beroda empat tradisional. Samsung merupakan sebuah perusahaan langka yang nir hanya mempunyai kompetensi pada hal manufaktur, tetapi juga mempunyai pengetahuan yg luas pada hal komponen."

Baca Juga :   Pengertian Asas Keanekaragaman Hayati

 

Dilansir dari google, bing dan berbagai web lainnya, berikut kami merangkum artikel Samsung pertimbangkan untuk merilis mobil listrik pintar berbasis OS Tizen, semoga informasi ini bermanfaat.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

2 × five =