Bambonghore Tekno | Samsung ingin memfork aplikasi Android, bukan OS Android

  • Share

Pada Samsung Developer Conference (SDC) 2013 minggu ini pada San Fransisco, Samsung mengadakan sesi tunggal yang membahas pengembangan pelaksanaan buat sistem operasi (OS) TIZEN. Sesi ini dipimpin sang 2 engineer dari Intel, yg selama ini bekerja bersama-sama dengan Samsung dalam tim TIZEN Technical Steering Group untuk menciptakan kode buat TIZEN agar bisa berjalan pada beberapa platform hardware, termasuk tablet, smartphone, mobil, PC dan Smart TV.

TIZEN memiliki interface internet modern buat dipakai dalam perangkat, mendukung HTML lima & teknologi Web lainnya, sebagai akibatnya para pengembang secara teoritis bisa menulis pelaksanaan sekali buat bekerja pada poly perangkat. Pada sesi TIZEN di hari Selasa kemarin, beberapa pengembang yg sebagai penonton di seminar kali ini menyampaikan bahwa mereka memiliki pengalaman yang tidak selaras pada upaya pengembangan aplikasi TIZEN diawal-awal.

Pengembang pada MightyMeeting, pengembang pelaksanaan buat kerja sama usaha, mengaku telah menggunakan TIZEN menggunakan output yg menjanjikan lantaran penggunaan HTML 5 pada seluruh platform. Hal ini diutarakan sang CEO MightyMeeting Dmitri Tcherevik. Tcherevik berkata bahwa tingginya minat Samsung di TIZEN menerangkan bahwa mereka "bersedia untuk mencoba banyak hal yg berbeda" bahkan sebagai sebuah perusahaan akbar.

Beberapa peserta pada konferensi pengembang yg pertama buat Samsung ini berkata bahwa mereka senang melihat Samsung buat memamerkan fitur unik yang tidak sama dengan Android dalam acara selain Google I/O. Di sini, Samsung disebutkan mampu membedakan diri berdasarkan penghasil smartphone dan tablet Android lainnya.

Baca Juga :   Pengertian produktivitas ekosistem

Beberapa analis berkata bahwa Samsung sudah selangkah lebih maju menggunakan memberikan konferensi pengembang sendiri, menggunakannya menjadi ta’aruf awal sebelum masa transisi ke TIZEN dengan toko aplikasi sendiri. Selanjutnya, analis ini juga berkata bahwa Samsung secara kentara btelah erusaha buat memamerkan merek & produk mereka sendiri buat software, & menekankan bahwa tindakan itu tidak sepenuhnya tergantung atau selaras dengan Android & Google.

Dalam sebuah wawancara, Curtis Sasaki, wakil presiden buat Media Solution Center America (MSCA) pada Samsung Electronics America, menjawab bahwa toko pelaksanaan Samsung yang terpisah, upaya mereka buat pengembang, ketertarikan mereka pada TIZEN dan pergerakan taktik lainnya merupakan "bukan tentang memfork Android atau galat satu menurut hal-hal lainnya…Android sudah relatif akbar & akan terus tumbuh. Jika kita bisa terus menumbuhkan ekosistem itu, maka itu baik bagi semua orang."

"Google adalah mitra akbar kita. Tugas kita menjadi penyedia platform adalah buat sahih-sahih membantu pengembang merogoh keuntungan dari pelaksanaan inti," tambah Sasaki berdiplomasi.

Abe Elias, chief technical officer (CTO) di Sencha, pengembang aplikasi Web, memuji Samsung untuk dukungan mereka buat TIZEN dan HTML lima. Sencha menggunakan HTML 5 buat menyediakan tool pengembangan aplikasi cross-platform untuk banyak perusahaan akbar. Ada dua juta pengembang yg sudah terdaftar sebagai pengguna menurut banyak sekali tool milik Sencha itu. Sencha adalah galat satu kawan Samsung dalam mengembangkan ekosistem TIZEN.

Baca Juga :   Bambonghore Tekno | Aplikasi cuaca MeeCast akan segera hadir untuk Tizen

"Kami adalah penggemar berat menurut TIZEN, & HTML merupakan native di TIZEN," istilah Elias dalam sebuah wawancara. Menurut Elias, keliru satu alasan pengembang pelaksanaan wajib mendukung HTML lima buat membuat aplikasi Web merupakan untuk menghindari porto sebesar 30% yg dibebankan sang toko aplikasi misalnya Apple App Store & Google Play buat sebagai tuan tempat tinggal buat pelaksanaan native.

Elias sepakat bahwa Samsung tidak mencoba buat memfork Android, namun menjadi kawan Samsung beliau mencatat bahwa perusahaan asal Korea ini telah memisahkan diri dari Google menggunakan sejumlah aplikasi yang memfork pelaksanaan Android yang berjalan di atas Android. Sebagai model, Google menggunakan browser Chrome untuk Android, sementara browser Samsung hanya dianggap menggunakan Internet. Juga, ad interim Google mempunyai Hangouts, Samsung mempunyai ChatOn.

"Samsung memfork aplikasi Android, bukan Android," pungkasnya.

Bisa jadi tindakan Samsung buat memfork aplikasi Android ini menjadi persiapan awal sebelum sahih-sahih melaju menggunakan OS tunggal lewat TIZEN di masa yang akan datang.

Via Computerworld

 

Dilansir dari google, bing dan berbagai web lainnya, berikut kami merangkum artikel Samsung ingin memfork aplikasi Android, bukan OS Android, semoga informasi ini bermanfaat.

Author Profile

Banaf
Banaf
Latest entries
Baca Juga :   Trik WhatsApp Cegah Download Foto / Video Otomatis - Teknologi Informasi
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

fourteen − five =