Bambonghore Tekno | Samsung ekspansi ekosistem Smart Home ke perangkat pihak ketiga

Posted on 6 views

Samsung Electronics mengumumkan ekspansi portofolio Smart Home mereka pada IFA 2014. Rentang baru layanan dan produk yg dirancang untuk mempertinggi keamanan tempat tinggal , meningkatkan manajemen energi, menyesuaikan diri menggunakan lokasi di rumah, dan beroperasi menggunakan perintah suara, memberitahuakn komitmen Samsung buat membuat Smart Home masa depan sebagai realitas waktu ini.

"Kami sangat antusias buat memberikan pengalaman Smart Home yg akan membuat hidup konsumen kami lebih gampang, dengan produk-produk inovatif yg membantu rutinitas kehidupan setiap hari berdasarkan orang-orang, seperti mengelola keamanan rumah & konsumsi tenaga," istilah Hong Won-pyo, Presiden berdasarkan Media Solutions Center (MSC) di Samsung Electronics. "Kami sangat antusias buat memimpin jalan dalam membuat Smart Home menjadi mungkin bagi konsumen kami di semua dunia."

Samsung Smart Home menempatkan kenyamanan pengguna di pandangan hidup jantung nya. Dengan ekspansi portofolio Smart Home yang mencakup perangkat pihak ketiga, layanan ini dirancang buat memenuhi seluruh aspek Smart Home modern, dari kunci pintu digital hingga kamera IP & colokan pandai (smart plug). Perangkat ini digabungkan dengan semua produk Samsung Electronics akan menawarkan solusi Smart Home yg lengkap.

Samsung Smart Home – Mengaktifkan Gaya Hidup Cerdas

Layanan keamanan Samsung memungkinkan pengguna memantau interior rumah dengan menghubungkan kunci pintu digital dan kamera IP sebagai akibatnya mereka memantau keamanan dari jeda jauh & mengetahui siapa saja yang masuk dan keluar tempat tinggal mereka. Misalnya, apabila kunci pintu digital dibuka ad interim pengguna sedang pulang, pemberitahuan akan dikirim ke smartphone terdaftar pada pengguna tadi. Dari sini, fungsi Home View fungsi dapat dijalankan pada pelaksanaan mobile pendamping buat mengusut kamera IP & melihat apakah anggota famili yg lain sudah balik ke rumah dengan selamat atau jika terdapat sesuatu yg wajib dikhawatirkan.

Manajemen tenaga merupakan garis depan pikiran banyak konsumen. Layanan Samsung Smart Home memonitor jumlah listrik yg dipakai sang alat-alat yg memakai tenaga secara intensif seperti AC dan menampilkan asumsi biaya yang harus dibayarkan dari konsumsi energi. Pengguna kemudian dapat memantau penggunaan listrik mereka, baik harian atau bulanan, & memutuskan sasaran baru buat membantu mengurangi tagihan. Hal ini jua memungkinkan buat mengatur tunjangan listrik maksimum bulanan untuk masing-masing perangkat dan alat-alat & waktu mendekati batas, sebuah pop-up akan dikirim ke pengguna.

Layanan berbasis lokasi baru mengaktifkan perangkat pada tempat tinggal untuk secara otomatis diaktifkan melalui teknologi sosialisasi lokasi. Misalnya, lampu & pendingin udara akan menyala secara otomatis ketika pengguna mendekati tempat tinggal mereka, yg berarti bahwa mereka pulang ke lingkungan hidup mereka yang nyaman.

Semua layanan baru yang diumumkan ini akan membangun tempat tinggal yg lebih nyaman. Orang sanggup mengaktifkan AC, robot vacuum cleaner dan lampu Smart LED kapan saja, dari mana saja melalui S Voice, layanan pengenalan suara tertanam dalam seri wearable Gear serta melalui smartphone Galaxy. Banyak perintah suara yg rinci telah dimuat buat membiarkan pengguna memberikan instruksi khusus untuk berbagai perangkat. Samsung berencana buat memperluas kompatibilitas yg ditawarkan sang Smart Home buat produk berdasarkan perangkat dan alat-alat buatan pembuat lain beserta produk Samsung tambahan untuk membangun pengalaman tempat tinggal yg mulus.

Membangun Ekosistem Smart Home yang Terbuka

Samsung merupakan pioner pada bekerja buat menciptakan rumah yang terhubung, & menggunakan perluasan ini, Internet of Things akan mungkin diciptakan melalui kinerja buat membentuk standar industri yang berhubungan dengan layanan Smart Home.

Pada bulan Juli 2014, Samsung & Intel memainkan kiprah integral pada meluncurkan Open Interconnect Consortium, yang beserta anggota pendirinya & kawan masa depan, bertujuan buat memastikan baku konektivitas.

Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan Samsung buat mempercepat pertumbuhan ekosistem Samsung Smart Home, Samsung akan mengungkap Smart Home SDK akhir tahun ini, yang akan memungkinkan perusahaan kawan buat mengembangkan hardware yang mendukung Samsung Smart Home.

Selain itu, Samsung yang terbaru mengakuisisi SmartThings, pencipta platform terbuka terkemuka untuk Smart Home dan Internet of Things. Dengan asal daya & dukungan berdasarkan Samsung, SmartThings akan terus meningkatkan kecepatan pengembangan ekosistem yang benar-sahih terbuka buat tempat tinggal yang terhubung. Samsung juga akan membuka produk mereka buat pengembang dan kawan pada platform SmartThings buat membantu menciptakan pengalaman yg menarik buat tempat tinggal yg terhubung. Rincian lebih lanjut akan dibagikan pada Samsung Developer Conference 2014 yang akan diselenggarakan pada 11-13 November pada San Francisco.

"Kami berencana buat membentuk sebuah ekosistem Smart Home yg benar-benar terbuka dengan aktif memasukkan berbagai layanan dan platform pada cloud, serta menggunakan membuka platform Samsung untuk pengembang," kata Hong Won-pyo, Presiden berdasarkan Media Solutions Center (MSC) pada Samsung Electronics. "Samsung Smart Home akan terus berkembang melalui pengembangan layanan baru yg memungkinkan konsumen kami untuk menikmati kehidupan mereka menggunakan cara yg sahih-benar cerdas."

Via Samsung Tomorrow

 

Dilansir dari google, bing dan berbagai web lainnya, berikut kami merangkum artikel Samsung ekspansi ekosistem Smart Home ke perangkat pihak ketiga, semoga informasi ini bermanfaat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 + 16 =