Bambonghore Tekno | Samsung dan Xiaomi, mantan jawara pasar smartphone Tiongkok yang kini terpuruk

Posted on 9 views

Sempat sebagai merek No.1 di Tiongkok, Samsung terpaksa wajib menyerahkan sebagian akbar pangsa pasarnya kepada pesaing mereka asal Tiongkok yang tumbuh cepat dengan kemampuan yg cepat buat memenuhi permintaan konsumen di pasar smartphone terbesar pada dunia. Begitu jua dengan Xiaomi yang ingin mengambil laba menurut larangan perdagangan dari Amerika Serikat (AS) buat Huawei menggunakan mendorong pertumbuhan secara internasional, selesainya pangsa pasarnya terus menyusut di Tiongkok.

Samsung

Setelah sebagai merek No.1 di Tiongkok, Samsung telah menyerahkan sebagian besar pangsa pasarnya kepada pesaing mereka berasal Tiongkok yg tumbuh cepat menggunakan kemampuan yang cepat buat memenuhi permintaan konsumen di pasar smartphone terbesar pada dunia.

Pernah sebagai pemain smartphone yang secara umum dikuasai di pasar Tiongkok, Samsung Electronics sekarang berada pada peringkat bawah pada antara merek-merek akbar berasal Tiongkok dengan hanya pada kisaran 1 persen buat pangsa pasar pada daratan Tiongkok. Dengan mempertimbangkan bahwa raksasa teknologi Korea Selatan (Korsel) ini menguasai 20 persen pangsa pasar smartphone pada Tiongkok lima tahun lalu, Samsung sekarang bagaikan jatuh dari tebing yg sangat tinggi, menggunakan para analis setuju untuk menyalahkan dalam kegagalannya dalam melokalkan produknya buat bisa memenuhi permintaan konsumen Tiongkok.

Faktor-faktor penyebab lainnya termasuk dari segi politik sebagai pengaruh menurut perselisihan antara Korsel dan Tiongkok, dimana pemerintah Tiongkok bersekongkol untuk menjatuhkan pasar perusahaan berasal Korsel – termasuk Samsung – pada Tiongkok. Ketegangan geopolitik di Asia Timur telah semakin tinggi mulai 2016 karena Tiongkok menggunakan kekuatan lunaknya yang besar buat menekan tetangganya waktu merasa kepentingan nasional mereka terancam.

Keputusan Seoul buat menerima tawaran Alaihi Salam buat menggunakan sistem rudal anti-balistik Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) di Korsel sudah membuat gusar pemerintah Beijing. Awalnya hal ini sulit dipahami, mengapa Tiongkok sangat menentang sistem pertahanan yang nir ada gunanya selain menembak jatuh rudal yg sedang pada perjalanan buat menyerang target Korea Selatan. Setelah serangkaian uji coba rudal sang Korea Utara (Korut) dari tipe yg sanggup ditangkal sang THAAD, tentunya wajar bagi Korsel buat mempersiapkan diri menurut ancaman terburuk.

Akhirnya mampu dimengerti bahwa keberatan Tiongkok buat THAAD berdasar dalam kecurigaan terhadap Alaihi Salam yang diam-diam bermaksud buat sebagai bagian berdasarkan sistem pertahanan rudal regional yang akan ‘mengelilingi’ Tiongkok, & akan memakai sistem radar THAAD buat bisa ‘melihat’ ke dalam daerah Tiongkok. Padahal sistem regional seperti itu akan membutuhkan konvensi yg sangat luas di antara negara-negara di daerah ini, termasuk Jepang dan Korsel, dan buat menerapkan implementasi teknis menurut sistem seperti itu juga akan membutuhkan proses yg panjang dan penuh pertimbangan.

Tidak hanya merek dari Korsel yg dipersulit pemasarannya pada Tiongkok, artis menurut anjung musik Korea yang penuh warna, K-pop, secara misterius juga dihentikan memasuki Tiongkok buat tampil, serta program TV dan film Korea juga diblokir, dengan para aktor Korsel digantikan sang bintang-bintang Tiongkok pada kampanye iklan ketika itu. Pemerintah Beijing juga mendorong warganya buat memboikot produk Korea menggunakan mengembangkan propaganda bahwa Korsel telah menjadi antek Alaihi Salam.

"Serangan balasan anti-Korea membuat konsumen Tiongkok enggan membeli ponsel Korea sampai batas eksklusif tahun kemudian," istilah kata James Yan, Direktur Riset di Counterpoint.

Dalam upaya untuk menerima pulang pangsa pasarnya yg hilang, Samsung kemudian melibatkan beberapa selebriti lokal paling terkenal pada Tiongkok, misalnya Zhu Yawen & Jing Boran, sebagai endorser buat contoh smartphone terbaru mereka.

"Kinerja tidak baik Samsung pada Tiongkok dari dari liputan bahwa mereka tidak bisa mengimbangi persyaratan konsumen pada Tiongkok dan dalam saat yang sama pemain domestik menjadi agresif buat memenuhi permintaan pengguna," kata Yan.

Nasib Samsung yang menyusut di Tiongkok sejajar menggunakan peningkatan merek domestik Tiongkok misalnya Huawei, Xiaomi, Oppo & Vivo, yg kini secara adonan menguasai sampai hampir 90 persen menurut pasar lokal. Dalam dua tahun terakhir nir terdapat contoh smartphone Samsung yang masuk daftar 10 ponsel terlaris pada Tiongkok. Hal ini berbanding paradoksal menggunakan tahun 2013 dimana merek Korea tadi selalu berada pada peringkat 1 & dicermati sebagai pemimpin teknologi dan desain di kalangan anak muda Tiongkok.

Berdasarkan wawancara dengan mantan pengguna Samsung, mungkin diperlukan lebih menurut dukungan selebriti & model ponsel baru bagi perusahaan Korea itu buat menerima kembali agama konsumen Tiongkok yg hilang.

Upaya pelokalan Samsung yang lemah memicu konsumen di Tiongkok buat menjauh. Misalnya, meskipun kamera ponsel Samsung sanggup merogoh gambar berkualitas tinggi, namun tidak bisa memenuhi tuntutan pengguna Tiongkok saat berhubungan soal fungsi misalnya peningkatan "beauty effectdanquot; buat selfie. Merek domestik misalnya Oppo, Vivo & Xiaomi sangat menyadari permintaan konsumen Tiongkok akan selfie & wefie, dan juga obsesi mereka buat bermain game mobile. Kampanye pemasaran Oppo buat fungsi selfie-nya dapat dicermati pada mana-mana pada kota-kota lapis ke 2 & ketiga di Tiongkok, yg mengakibatkan contoh andalannya sangat populer di negara itu.

"Yah, aku hanya ingin terlihat putih ketika saya memposting foto secara online. Di foto aslinya, aku terlihat agak berkulit gelap dan memiliki jerawat," kata Wang Hua, seorang akuntan usaha berusia 33 tahun. Percaya diri & modis, Wang merasa nyaman menggunakan dirinya sendiri hampir sepanjang waktu, namun nir sepenuhnya puas menggunakan situasi kulitnya. ?Kamera ponsel membantu membuat kulitku terlihat sempurna & warnanya lebih baik, lantaran filter membuat jerawat yang ada di mukaku hilang,? Lanjutnya.

?Apabila saya ingin memotret pemandangan jauh yg nir menonjolkan wajahku dengan begitu kentara, saya nir butuh beauty camera. Yang kubutuhkan berdasarkan kamera ponsel merupakan buat memperindah kulitku. Siapa yang nir mendambakan kulit tanpa cacat dan mulus, bukan?? Wang menyimpulkan.

Preferensi buat kulit yang lebih putih & pucat memiliki sejarah yg sangat panjang di Tiongkok. Menurut pepatah Tiongkok kuno, ‘satu yg berkulit putih mampu menutupi seratus yang buruk’. Pilihan estetika ini juga adalah cerminan berdasarkan nilai-nilai sosial. Di jaman Tiongkok kuno, kulit tanpa cacat seorang wanita adalah simbol status dan kekayaan. Mereka yang lahir atau tinggal pada keluarga kaya atau bangsawan cenderung memiliki kulit yg lebih cerah, lantaran mereka menjalani kehidupan yg lebih nyaman dan tidak perlu memaparkan diri ke matahari.

Tidak hanya membuat kulit menjadi lebih putih & mulus, fitur artificial intelligence (AI) pada kamera yang tak jarang diklaim oleh vendor smartphone Tiongkok jua sanggup ‘merubah’ paras seseorang supaya sinkron menggunakan standar kecantikan disana.

?Beauty camera waktu ini memberikan seluruh paket. Tidak misalnya kamera asli dalam ponsel, di mana aku perlu melakukan peregangan untuk menemukan sudut yg sempurna atau cahaya yg cocok, beauty camera bisa membuat kulitku sebagai cerah & menghilangkan kantong hitam pada bawah mataku hanya dengan satu klik mudah.???

Sun Hewen, 25 tahun, mengaku telah menggunakan beauty camera sebesar dia memakai riasan pada wajahnya. Buat yg semuda & semenarik beliau, yang diperlukan cuma efisiensi & peningkatan fitur wajahnya. ?Aku memakai beauty camera saat aku merogoh foto selfie atau foto gerombolan selama bepergian atau di pesta. Ini sangat nyaman & membantu selama program sosial."

"Kau memahami, aku pikir gadis-gadis menggunakan mata besar & polos, hidung tinggi tanpa ‘sayap hidung’ yang lebar dan ‘lisan berbentuk W’ jauh lebih menarik," istilah Sun tersenyum. ?Aku pikir verbal seperti itu sangat lucu. Oh, dan saya lebih senang paras lonjong."

?Karena itu aku menggunakan beauty camera yg secara otomatis dapat menaikkan fitur wajahku – mata yg lebih akbar, wajah yang lebih kecil, gigi yg lebih putih dan yg lainnya. Aku tidak perlu mengedit foto nanti. Itu dilakukan saat foto diambil."

Sun nir melebih-lebihkan. Sebagian akbar kamera yg ada di smartphone buatan Tiongkok sudah dilengkapi fitur AI yg nir hanya sanggup mempercantik paras, tetapi pula sanggup dipadukan dengan pilihan stiker yg aneh.

Di media sosial Tiongkok, misalnya Sina Weibo dan WeChat, terdapat tren kontroversial wajah berbentuk-V pada kalangan selebritas online. Mereka memposting foto mata yg sangat akbar, ekspresi kecil dan dagu yg tajam, yg dibuat dengan memakai beauty camera atau melalui operasi plastik. Operasi plastik semakin populer pada Tiongkok, dan poly sekali wisatawan Tiongkok yang berlibur ke Korea dengan tujuan utama untuk operasi plastik.

Xiaomi

Setelah era kejayaan Samsung berakhir, Xiaomi menggantikannya sebagai vendor smartphone terlaris pada Tiongkok. Antara 2014 & 2015, semua media dan konsumen begitu tertarik menggunakan merek ini. Tetapi hal-hal itu sudah berbeda waktu ini. Menurut analisa berdasarkan perusahaan riset pasar Counterpoint, vendor smartphone yang berbasis di Beijing tadi sudah mengalami penurunan penjualan sampai 38% di Tiongkok dibandingkan dengan tahun kemudian.

Xiaomi sekarang berada pada posisi kelima di pasar Tiongkok lantaran persaingan menurut merek lokal lainnya semakin semakin tinggi. Jadi perusahaan berusaha mencari pertumbuhan di luar negeri buat bangkit, di mana pesaing terbsar mereka Huawei sudah jatuh dalam masa-masa sulit lantaran restriksi perdagangan sang Alaihi Salam.

Xiaomi membangun mereknya pada Tiongkok dengan menunjukkan smartphone murah menggunakan spesifikasi hardware yang baik. Tetapi semua vendor smartphone sekarang bisa meniru strategi ini menggunakan mudah, mengingat Xiaomi pula tidak membuat sendiri sebagian akbar contoh smartphone mereka. Merek misalnya Opppo & Vivo dari BBK Electronics, bersama menggunakan Honor yang merupakan sub-merek dari Huawei, kemudian membanjiri pasar dengan smartphone kelas bawah dan menengah, kadang-kadang dengan fitur dan desain yang berani buat menarik lebih banyak perhatian konsumen.

Xiaomi kemudian mengikuti taktik Huawei menggunakan membentuk sub-merek murah dengan nama sendiri Redmi. Sub-merek ini jua telah mencoba buat naik kelas ke yang lebih atas, namun semuanya belum berjalan dengan lancar. "Huawei & Apple sudah memegang jejak yang bertenaga di pasar premium Tiongkok & kekakuan pengguna di sana [pada satu merek] sangat bertenaga," kata Flora Tang, seseorang analis riset pada Counterpoint. "Tidak gampang bagi Xiaomi buat mengambil pangsa pasar berdasarkan mereka."

Karena pangsa pasar Xiaomi di dalam negeri telah berkurang, Huawei lalu mampu terus naik buat menciptakan sejarah menggunakan menguasai 40% dari pasar smartphone pada Tiongkok. Ini terjadi saat konsumen di Tiongkok mulai bersatu menunjukkan nasionalisme mereka di lebih kurang raksasa teknologi dalam negeri tersebut setelah Alaihi Salam menempatkan perusahaan yang didirikan sang Ren Zhengfei, mantan insinyur di PLA (Tentara Pembebasan Rakyat, garda militer yg eksklusif berada pada bawah komando Partai Komunis Tiongkok), pada daftar entitas yang dihentikan untk membeli teknologi Alaihi Salam, seperti pelaksanaan dan layanan menurut Google Mobile Services (GMS) buat Android.

Tidak seperti konsumen di pasar dalam negeri, pengguna smartphone pada luar Tiongkok sangat membutuhkan ponsel Android yg dilengkapi menggunakan Google Play Store, Google Maps, YouTube & layanan protesis Google lainnya yg terdapat di GMS. Dan buat saat ini, Huawei tidak bisa menghadirkan semua itu. Sehingga larangan untuk Huawei berubah menjadi peluang bagi Xiaomi.

"Memang benar bahwa krisis Huawei di pasar luar negeri bisa memberikan peluang bagi merek Android lain buat mendapatkan pangsa pasar yang telah hilang direbut Huawei," kata Tang.

Xiaomi sudah menciptakan program peluncurkan smartphone pertama mereka di Berlin bulan kemudian, saat menghadirkan Redmi Note 8 Pro. Jerman merupakan galat satu pasar ponsel terbesar pada Eropa Barat. Tapi dorongan Xiaomi ke Eropa bukanlah hal baru. Perusahaan yang didirikan oleh Lei Jun pada tahun 2010 ini sudah berkembang di benua itu sejak paruh ke 2 tahun 2018. Berdasarkan data dari Counterpoint, penjualan Xiaomi telah tumbuh 27% dibandingkan dengan tahun lalu menggunakan dukungan dari perusahaan telekomunikasi 3 Group Europe milik konglomerat Hong Kong CK Hutchison & saluran ritelnya. Hasil ini menciptakan Xiaomi sekarang bertengger menjadi merek ponsel paling terkenal keempat pada Eropa Barat.

Xiaomi juga membuka pusat R&D untuk mengembangkan teknologi kamera di Tampere, Finlandia pada bulan Oktober, di mana perusahaan asal Beijing ini kemungkinan akan fokus pada softwareuntuk meningkatkan kamera smartphone. Xiaomi baru-baru ini meluncurkan CC9 Pro menjadi berita utama di berbagai media internasional sebagai smartphone yang pertama menghadirkan kamera 108 megapiksel, dengan menggunakan sensor ISOCELL terbaru dari Samsung.

Xiaomi tidak hanya berfokus pada Eropa, karena perusahaan ini juga masih mengalami pertumbuhan yang menjanjikan di bagian lain dunia. Xiaomi masih menjadi merek smartphone teratas di India – dimana mereka bisa menjual 12 juta smartphone di sana pada bulan Oktober. Xiaomi juga telah menyebar ke Rusia dan Afrika, dan berencana untuk berekspansi ke Jepang tahun depan.

Dan meskipun kehilangan pangsa pasar di kandang sendiri, Xiaomi masih cukup baik di sana. Seri Redmi K20 masih bisa terjual 4 juta unit dalam empat bulan. Untuk membantu memenangkan persaingan, Xiaomi berencana untuk meluncurkan lebih dari 10 ponsel 5G pada tahun 2020. Tetapi satu tantangan besar bagi keinginan Xiaomi di luar negeri adalah untuk bisa meyakinkan orang Eropa bahwa perusahaan Tiongkok tersebut dapat melindungi data pengguna, yang telah menjadi masalah bagi Huawei.

 

Dilansir dari google, bing dan berbagai web lainnya, berikut kami merangkum artikel Samsung dan Xiaomi, mantan jawara pasar smartphone Tiongkok yang kini terpuruk, semoga informasi ini bermanfaat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 + 1 =