Bambonghore Tekno | Samsung dan Facebook bisa buat smartphone Tizen sukses di Indonesia

  • Share

Upaya Samsung Electronics buat mendorong penetrasi smartphone Tizen terkendala pada ekosistem aplikasi yang mendukungnya. Penetapan target pasar yg jelas dan taktik lokalisasi dengan mencoba menyesuaikan diri dengan impian konsumen & budaya lokal sedikit poly sanggup mengatasi kekurangan ini.

Samsung berhasil menjual tiga juta unit smartphone Tizen di India dan negara-negara Asia Selatan selama 2015 berkat keberhasilan memanfaatkan strategi lokalisasi ini. Pemahaman pasar menjadi perusahaan yg mempunyai jaringan distribusi terluas menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan. Sementara di Rusia Tizen sanggup menempati kekosongan akan sistem operasi menggunakan baku keamanan pada negeri yang diutamakan dengan melibatkan sumber daya lokal.

Setelah India & Rusia, pasar lain yg berpotensi menjadi pelabuhan Tizen berikutnya merupakan Asia Tenggara, Timur Tengah, Afrika dan Eropa. Dibanding 3 wilayah terakhir, Asia Tenggara mempunyai laba akan potensi konsumen yg jauh lebih besar bila Samsung bisa menerapkan taktik yang sempurna. Sebagai negara terbesar menggunakan penduduk terbanyak pada Asia Tenggara, Samsung perlu tahu syarat pasar pada Indonesia lebih menurut negara lainnya seperti pentingnya India dibanding negara Asia Selatan lainnya.

Android mendominasi Asia Tenggara, terutama Indonesia

Berdasarkan data menurut Waiwai Marketing mengenai syarat pasar mobile pada Asia Tenggara, sekitar 2 pertiga konsumen perangkat mobile disana menggunakan Android menggunakan sebagian lainnya iOS. Yang paling mencolok adalah di Indonesia dimana penguasaan pasar Android mencapai 94%. Tetapi begitu, pengembang pelaksanaan masih mengaku bahwa pendapatan terbesar mereka dari Apple iOS.

"Untuk tampilan secara keseluruhan, mereka [Asia Tenggara] merupakan pasar yang sangat terfokus pada Android, tetapi buat asal pendapatan yang lebih tinggi masih ada di iOS karena penggunanya lebih banyak berbelanja," istilah Jakob Lykkegaard berdasarkan PlayLab.

Baca Juga :   Pengertian Kayang

"Asia Tenggara secara generik merupakan pasar yg berat ke sosial dengan lebih banyak melakukan kegiatan membuatkan melalui Facebook dan Line, ditambah mereka jua sangat vokal & tiap pengguna pula poly melakukan ulasan atas kepuasan mereka," istilah Jakob Lykkegaard yang menyampaikan betapa pentingnya media umum pada Asia Tenggara, sambil menambahkan bahwa rekomendasi ekspresi per lisan lebih efektif di wilayah ini.

Berdasarkan data dari firma riset pasar Strategy Analytics, pengiriman handset ke Asia Tenggara menyumbang lebih dari 15% berdasarkan pengiriman keseluruhan di Asia Pasifik buat tahun kemarin. Indonesia memimpin di peringkat teratas menggunakan penguasaan pasar mencapai 41% diikuti oleh Vietnam, Filipina, Thailand dan Malaysia di kuartal ini.

"Lima negara Asia Tenggara dipimpin oleh Indonesia tetap akan memimpin pertumbuhan pasar smartphone global terutama karena populasi mereka yang besar dan tingkat penetrasi smartphone yg masih rendah," istilah Rajeev Nair berdasarkan Strategy Analytics.

Samsung Electronics menduduki peringkat pertama dalam hal volume penjualan semua negara pada Asia Tenggara kecuali pada Filipina yang dikalahkan sang pemain lokal Cherry Mobile. Di antara semua negara di Asia Tenggara, Indonesia adalah yg terbesar, dengan penjualan smartphone Samsung dalam kuartal ketiga mencapai 10 juta unit. Hasil ini menciptakan Samsung Electronics Indonesia (SEIN) memperoleh pangsa 27,5 % pada pasar smartphone Indonesia, jauh meninggalkan peringkat ke 2 Smartfren yg mempunyai pangsa pasar 13,7 persen.

Baca Juga :   Cara Menggunakan Assistive Touch di iPhone dan iPad - Teknologi Informasi

Pengguna smartphone pada Indonesia menyukai pelaksanaan messaging

Salah satu faktor pembentuk popularitas perangkat Android di Indonesia merupakan dukungan berdasarkan majemuk perangkat yang dijual menggunakan harga murah, yang nir mampu mereka dapatkan dari perangkat menggunakan OS lain seperti Apple iOS maupun BlackBerry. Popularitas aplikasi messaging pada Indonesia jua merupakan efek berdasarkan fungsinya yg murah meriah. Banyak konsumen di Indonesia memakai pelaksanaan tadi buat menghindari biaya mahal yg dikenakan sang operator telekomunikasi buat mengirim pesan atau menelepon, sehingga mereka menentukan untuk mengirim pesan mereka memakai data seluler atau koneksi Wi-Fi.

Sifatnya yang sanggup melakukan percakapan cepat secara real-time juga sepertinya meningkatkan penggunaan aplikasi messaging pada Indonesia yg sebagian besar warganya senang menghabiskan waktu dengan berkomunikasi & berbagi.

Samsung dan Facebook bisa munculkan kembali ikon perangkat messaging di Indonesia

Awal selera konsumen di Indonesia akan produk smartphone & pelaksanaan messaging bukan asal berdasarkan Android juga iOS, namun Blackberry. Dan dari data berdasarkan Gfk, Blackberry Messenger (BBM) permanen aplikasi yg paling terkenal pada smartphone Android, dengan jangkauan 90%.

Jika kita analisa berdasarkan data Gfk, aplikasi yg paling banyak digunakan sang pengguna smartphone Andoid merupakan buatan Google dan Facebook. Walaupun Google mendominasi dengan 9 pelaksanaan, namun perlu dicermati bahwa semuanya adalah aplikasi yg mewakili fungsi dasar menurut sebuah smartphone yang secara otomatis telah ada secara pre-installed.

Lewat smartphone Tizen, Facebook sanggup melakukan hal yg sama misalnya Google. Mereka tidak hanya bisa menciptakan pelaksanaan WhatsApp, Instagram & Facebook Messenger sebagai lebih populer di Indonesia, akan tetapi pula produk pelaksanaan lainnya misalnya Facebook Video, Facebook Search, Facebook Groups dan pula Free Basics. Selain itu integrasi layanan Facebook menggunakan perangkat lunak pihak ketiga misalnya misalnya HERE Maps akan lebih leluasa berjalan pada smartphone Tizen daripada Android.

Baca Juga :   Bambonghore Tekno | Samsung: Kita sambut baik kehadiran Android Wear

Kesempatan Facebook buat mempopulerkan smartphone Tizen sebagai ikon perangkat messaging di Indonesia tidak terlepas dari kebutuhan konsumen di Indonesia sendiri. Banyak pengguna smartphone pada Indonesia tidak hanya memanfaatkan Facebook dan Instagram, contohnya, menjadi alat komunikasi, namun jua bisnis online yang efektif. Sementara WhatsApp yg sekarang menempatkan fungsi enkripsi secara end-to-end membuatnya sebagai layanan messaging yg kondusif buat melakukan komunikasi bisnis atau yg terkait menggunakan hal-hal yg bersifat misteri dan langsung.

Facebook & Samsung yang sebelumnya berafiliasi mendirikan Internet.Org jua mampu menggandeng operator telekomunikasi lokal buat memanfaatkan layanan Free Basics dengan lebih aporisma, terintegrasi dengan seluruh layanan Facebook menggunakan lebih mendalam di smartphone.

 

Dilansir dari google, bing dan berbagai web lainnya, berikut kami merangkum artikel Samsung dan Facebook bisa buat smartphone Tizen sukses di Indonesia, semoga informasi ini bermanfaat.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

5 × four =