Bambonghore Tekno | Samsung berniat merilis source code bada di bawah lisensi open source?

Posted on 10 views

Untuk memperluas cakupan daerah dari ekosistem smartphone miliknya, Samsung kemungkinan akan menyiapkan platform bada buat membukanya kepada pengembang luar. Kang Tae-jin, Senior Vice President of Samsung Contents Planning Team, waktu di Mobile World Congress (MWC) 2012 yang berlangsung pada Barcelona pada akhir Februari kemarin sempat berkata pada pers bahwa Samsung berencana akan merilis source code bada di bawah lisensi open source.

"Kami menyebarkan bada menggunakan tujuan membuka peluang sejak awal," istilah Kang. "Kami akan mengkonsolidasikan dengan platform lain & membukanya pada ketika yg sempurna." Dia tidak merinci kapan lepas yang dimaksud.

Pernyataan ini mungkin mengisyaratkan pada penggabungan software, & ini terjadi kurang dari enam bulan sehabis Samsung mengumumkan buat pertama kalinya bahwa mereka berencana buat membuka bada buat pengembang luar. The Wall Street Journal melaporkan pada September tahun kemudian bahwa ini diperkirakan akan terjadi tahun ini.

Pengamat industri mengungkapkan Tizen adalah kandidat yang sangat mungkin untuk penggabungan aplikasi ini, mengingat bahwa sebelumnya Kang dalam sebuah wawancara di pameran teknologi Consumer Electronics Show (CES) 2012 menggunakan Elizabeth Woyke, staf wanita keturunan Korea menurut Forbes, pada bulan Januari yg kemudian menyampaikan: "Kami akan berusaha buat menggabungkan bada dan Tizen."

Kang juga mengatakan bahwa selama pasca-integrasi, pengembang bada & Tizen akan diberikan tool perangkat lunak yg sama (SDK & API). Dan waktu proses integrasi selesai, Tizen akan mendukung pelaksanaan mobile yang dibuat dengan bada SDK. Dukungan juga akan mencakup "backwards compatibility" buat pelaksanaan bada yg telah diterbitkan sebelumnya.

Tizen merupakan platform software open source yang berdasarkan dalam sistem operasi Linux yang didukung oleh Linux Foundation dan diwakili sang Tizen Association pada industri. Tizen lahir menurut OS Samsung Linux platform (SLP). Sistem operasi ini menggabungkan sejumlah modul seperti manajemen jaringan menurut proyek MeeGo, kombinasi menurut sistem operasi mobile Moblin, yg diciptakan oleh Intel, & Maemo, yg diciptakan sang Nokia. Pengembangan Tizen dipimpin sang perusahaan yg berkumpul pada sekitar Tizen Association, yg dipimpin sang Samsung & Intel. Perangkat pertama yang menggunakan sistem operasi baru ini diharapkan akan diluncurkan ke pasar pada pertengahan tahun ini, sementara Intel pula menargetkan adanya tablet berbasis Tizen pada tahun ini.

Mengenai pernyataan Vice President Kang ini, juru bicara berdasarkan Samsung Electronics dalam hari Rabu yg kemudian berkata bahwa Tizen hanyalah keliru satu berdasarkan beberapa pilihan Samsung ketika menjelajahi asa buat membuatkan & mempromosikan bada, dan penggabungan itu sangat tidak mungkin karena Samsung telah mendesain proyek Tizen buat kemitraan menggunakan perusahaan lain. Dia memperjelas semuanya, dan menambahkan bahwa bada adalah bagian terpenting menurut proyek saat ini dan telah menjadi acuan dalam pengembangan teknologi software Samsung.

Pengembang Samsung sendiri berharap Tizen akan mampu sebagai jalan pembuka buat bada buat menembus negara-negara yang selama ini sulit menerima dampak software baru menurut luar seperti pada Amerika Serikat & Jepang. Dengan dukungan poly vendor dan operator global, Tizen yang bersifat open source akan lebih mudah diterima sang komunitas pengembang & konsumen lokal. Tidak sanggup dipungkiri, komunitas pengembang aplikasi global lebih banyak didominasi oleh negara-negara maju di bidang teknologi software, terutama Amerika Serikat. Sejarah sudah menandakan bagaimana platform Symbian Nokia yang selama bertahun-tahun tidak pernah sanggup sukses pada negara Paman Sam.

Di Barcelona, Senior Vice President Kang pula menekankan pentingnya mengembangkan platform milik sendiri buat smartphone, sembari menyampaikan, "Android adalah sistem operasi dunia namun lebih menurut setengah dari aplikasinya nir bisa bekerja dalam smartphone Samsung." Saat ini, meskipun Samsung sebagai vendor smartphone terbesar di dunia, akan tetapi hampir sebagian akbar masih sangat bergantung pada platform Android dari Google. Untuk itu, Samsung akan terus mencari cara untuk melepaskan ketergantungan ini.

Platform Android jua sudah membuat Samsung terperangkap dalam banyak sekali konkurensi paten terkait perangkat lunak. Hal ini mendorong Samsung untuk menjalin kesepakatan lisensi paten menggunakan Microsoft buat membayar royalti buat setiap smartphone dan tablet Samsung yang menjalankan platform Android. Microsoft mengungkapkan jikalau mereka mempunyai berbagai paten yg digunakan pada platform Android, & di bawah perjanjian lisensi, Samsung wajib membayar uang royalti ke Microsoft setiap kali menjual satu perangkat berbasis Android. Tidak hanya itu saja, Samsung juga wajib tak jarang keluar masuk pengadilan lantaran adanya klaim paten berdasarkan Apple pada perangkat Android mereka yang tentu saja akan merugikan Samsung pada jumlah yg nir sedikit.

Via bada Indonesia

 

Dilansir dari google, bing dan berbagai web lainnya, berikut kami merangkum artikel Samsung berniat merilis source code bada di bawah lisensi open source?, semoga informasi ini bermanfaat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × five =