Bambonghore Tekno | Samsung berhasil tingkatkan kapasitas baterai lithium-ion dengan teknologi graphene

  • Share

Samsung Electronics telah mengembangkan terobosan teknologi yg sanggup menggandakan kapasitas baterai lithium-ion dengan lapisan graphene yang bebas silikon karbida. Pemerhati industri berharap teknologi baru ini mampu membawa perubahan yg signifikan buat memperpanjang daya tahan baterai dalam perangkat mobile & kendaraan beroda empat listrik.

Pertama kali dikomersialkan pada tahun 1991, kapasitas baterai lithium-ion hanya berhasil meningkat 2 kali lipat pada ketika lebih dari 20 tahun lantaran keterbatasan dalam jenis bahan yg tersedia buat dipakai menjadi anoda & katoda. Sementara teknologi terkini ini bisa menciptakan Samsung memimpin pada peningkatan kapasitas baterai hingga 2 kali lipat.

Saat ini, silikon menerima poly perhatian yg signifikan menjadi bahan aktif buat menaikkan kapasitas baterai lithium, namun daur charge-discharge yg berulang bisa melemahkan daya saing pada kepadatan energi volumetrik dan daur hidupnya. Tetapi, teknologi modern Samsung mengatasi batas-batas tersebut menggunakan membuat semacam lapisan pelindung di lebih kurang silikon untuk menciptakan baterai lebih tahan usang.

Tim peneliti Samsung membuatkan teknologi dari pertumbuhan graphene secara langsung lewat silikon nanopartikel tanpa pembentukan silikon karbida. Lapisan graphene yg berlabuh ke bagian atas silikon mengakomodasi ekspansi volume silikon melalui proses pergeseran antara lapisan graphene yang berdekatan.

Ketika dipasangkan menggunakan lithium kobalt oksida katoda komersial, lapisan graphene yang bebas silikon karbida memungkinkan sel penuh buat mencapai kepadatan tenaga volumetrik hampir 2 kali lebih tinggi daripada baterai lithium-ion komersial yg ada waktu ini. "Pengamatan ini menerangkan bahwa lapisan 2 dimensi menurut struktur graphene & integrasi bebas silikon karbida dengan silikon dapat berfungsi sebagai prototipe dalam memajukan silikon anoda menjadi teknologi komersial," kata Son In-hyuk dari Samsung Advanced Institute of Technology (SAIT).

Baca Juga :   Pengertian Ciri-ciri Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Komando

Pengamat industri mengatakan teknologi itu mungkin akan tersedia buat produk yg sebenarnya dalam 2 atau tiga tahun mendatang. Keberhasilan ini telah diterbitkan dalam jurnal ilmiah online, Nature Communications, menggunakan judul "Silicon carbide-free graphene growth on silicon for lithium-ion battery with high volumetric energy density."

 

Dilansir dari google, bing dan berbagai web lainnya, berikut kami merangkum artikel Samsung berhasil tingkatkan kapasitas baterai lithium-ion dengan teknologi graphene, semoga informasi ini bermanfaat.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

fourteen + seventeen =