Bambonghore Tekno | Microsoft ingin .NET Core bisa menggantikan Java

  • Share

Microsoft pada Senin (14/8) kemarin sudah merilis versi final menurut .NET Core dua.0. Microsoft pula mengungkapkan akan menghadirkan ASP.NET Core dua.0, Entity Framework Core 2.0, dan spesifikasi .NET Standard 2.0 yg lengkap. Pembaruan baru ini menambahkan poly teknologi dari versi baku .NET, dan beberapa peningkatan buat kinerja dan keamanan.

Menurut Scott Hunter, yang bekerja buat Microsoft sebagai Direktur Program Management untuk .NET, misi perusahaannya adalah buat mampu mengembangkan .NET kemana saja & dimana saja. Hal ini krusial di tengah persaingan yg meningkat menggunakan Java Framework milik Oracle. Hunter menyampaikan bahwa .NET Core mewakili "kebangkitan .NET" yang membuatnya bisa tetap relevan.

Sejak tahun 2002, Microsoft telah mendorong .NET sebagai cara premium untuk menciptakan perangkat lunak & pelaksanaan buat semua platform Windows, dan hanya tersedia di Windows. Pada akhir 2014, Microsoft secara mengejutkan meluncurkan .NET Core, versi open source lintas platform dari .NET Framework. Menurut Microsof, .NET Framework nir akan hilang, tapi fokus mereka saat ini ada dalam .NET Core menjadi masa depan platform pengembangannya.

Langkah Microsoft pada waktu itu dipandang sebagai pertahanan diri terhadap Java Frameworks (yang ketika itu masih dimiliki oleh Sun Microsystem), yg terus mengancam Windows berkat kemampuan lintas platform yg dikombinasikan dengan bahasa pemrograman yang lebih mudah dan lebih produktif daripada C atau C . Java terbukti populer untuk berbagi pelaksanaan bisnis, sesuatu yg ingin dicapai sang Microsoft dengan C#, bahasa pemrograman yg dipakai oleh .NET.

Kemiripan C# dan Java

C# & Java merupakan dua bahasa pemrograman yang berusaha menaikkan C . Java meluncur lebih dulu pada tahun 1995. Dari awalnya buat memprogram buat perangkat televisi, Java lalu cepat menjadi populer berkat kemampuan lintas platform – yang terkenal dengan slogannya ?Write Once, Run Anywhere? – & banyaknya dukungan menurut browser web yg terdapat. Sedangkan C# diluncurkan tahun 2000 oleh Microsoft dengan tujuan untuk memudahkan sistem operasi Windows buat beroperasi menggunakan platform lain melalui layanan web.

Baca Juga :   Bambonghore Tekno | Linux Foundation tidak percaya ada celah keamanan di Tizen

Seperti Java, C# merupakan sebuah bahasa pemrograman yg berorientasi objek & pula menyertakan "garbage collection", yg adalah kemampuan buat membebaskan memori yang dialokasikan buat menjalankan pelaksanaan ketika aplikasi dimatikan.

"Secara alami, Java hadir sebelum C#, dan C# nir dibuat pada ruang hampa. Sangat lumrah jika C# belajar berdasarkan kekuatan dan kelemahan Java, sama misalnya Java belajar menurut Objective-C, yang belajar menurut C. Jadi, C# seharusnya tidak sama dari bahasa Java. Jika Java sudah paripurna, maka tidak terdapat alasan buat membuat C#. Jika C# sudah paripurna, maka nir terdapat alasan untuk menciptakan bahasa pemrograman baru," kata Kirk Radeck, seorang konsultan aplikasi senior dan pemegang Windows Embedded MVP.

Open Source Mempercepat Pengembangan .NET Core

Pengembangan .NET Core dan bahasa pemrogaman C# secara open source diawali sang Mono Xamarin, yg berhasil menghadirkan versi lintas platform menurut .NET Framework dalam perangkat berbasis Android, iOS & Linux.

Pada Februari 2016, Microsoft mengakuisisi Xamarin dengan asa bahwa perangkat lunak buatannya juga mampu dipakai oleh lebih poly platform dan sistem operasi mobile, sebagai akibatnya pengembang aplikasi nir hanya terkonsentrasi dalam Android dan iOS. Langkah yg sebelumnya juga dilakukan sang Apple yg membuat bahasa pemrograman Swift miliknya sanggup bekerja pada Linux.

"Xamarin memiliki lebih dari 15.000 pelanggan di 120 negara, termasuk lebih menurut seratus perusahaan Fortune 500 – dan lebih berdasarkan 1,3 juta pengembang unik yg telah memanfaatkan penawaran mereka," istilah Scott Guthrie, Wakil Presiden Eksekutif buat Cloud & Enterprise Group pada Microsoft. "Kami melihat bahwa akuisisi ini menjadi kesempatan buat merogoh apa yang telah mereka bangun dan menjadikannya bagian inti dari strategi kami."

Membuat .NET sebagai open source & kemudian mengakuisisi Xamarin telah diakui sang Microsoft telah meningkatkan kecepatan pengambangan menurut .NET Framework.

Baca Juga :   Pengertian Campuran Homogen

"Dengan menjadi open source, kami melihat banyak perubahan [kinerja] selama setahun terakhir yg asal berdasarkan komunitas [open source]," istilah Scott Hunter. "Sebagai pelanggan [.NET Standard], Anda akan melihat kami berkiprah lebih cepat dengan .NET Core."

Dukungan Beragam Sistem Operasi

Salah satu motivasi awal buat membuat Java merupakan membentuk bahasa perograman pada mana kode yang dikompilasi sanggup berjalan pada sistem operasi manapun. Kenyataannya Java yg sudah dikompilasi tidak berjalan pada sistem operasi "apapun", akan tetapi berjalan berjalan dalam sebagian besar daripada sistem operasi yang terdapat.

"Saat ini, Java merupakan ‘pemenang’ pada kategori ini lantaran didukung pada lebih banyak sistem operasi daripada C#," kata Kirk Raderk.

Dari awal yg menargetkan banyak sekali layanan web, Java semakin terkenal sesudah dirilisnya Java 1.Dua Micro Edition (J2ME) yg banyak dipakai sang feature phone buat dukungan aplikasi pihak ketiga. Popularitas Java pada kalangan pengguna ponsel ini menciptakan Google sangat berharap untuk mampu berafiliasi dengan Sun Microsystem untuk berbagi sistem operasi mobile. Google dalam waktu itu sangat risi Microsoft akan menguasai perangkat lunak mobile, sementara di pasar tidak ada pilihan yg open source buat dipakai Google buat menjual layanan mobile mereka.

"Jika Sun tidak mau bekerja sama dengan kita, kita mempunyai 2 pilihan: 1) Meninggalkan pekerjaan kita dan mengadopsi MSFT CLR VM & bahasa C# atau – 2) Tetap menggunakan Java bagaimanapun jua & membela keputusan kita, yang mungkin akan mendatangkan poly musuh di sepanjang jalan," istilah Andy Rubin, pendiri Android yg kemudian dibeli oleh Google. Pernyataan ini terungkap lewat dokumen email berdasarkan tahun 2005 yang menjadi galat satu bukti pengadilan konkurensi paten terkait Java antara Oracle – yg telah mengakuisisi Sun dalam tahun 2009 – & Google.

Apapun yg terjadi, C# mungkin adalah pilihan terbaik buat menciptakan aplikasi mobile selain Java, yg memenuhi kriteria yang mampu dipelajari dengan gampang. Hal ini mungkin yang sebagai pemikiran Samsung buat berafiliasi menggunakan Microsoft pada proyek open source .NET Core dan Xamarin.Forms, untuk mengaktifkan dukungan .NET buat Tizen.

Baca Juga :   Bambonghore Tekno | Samsung dan Visa terapkan Samsung Pay buat belanja online

.NET Core 2.0 – Supported OS Versions

OS

Version

Architectures

Notes

Windows Client

7 SP1

x64, x86

Windows Server

2008 R2 SP1

x64, x86

Configurations: Full, Server Core, Nano (2016 only)

Windows IoT

10

[C] arm32

IoT Core (for Raspberry Pi)

Red Hat Enterprise Linux

7.Tiga

x64

This includes Centos and Oracle Linux

Fedora

25

x64

Debian

8.7

x64

Debian 9 (Stretch) workaround

Ubuntu

14.04

x64, [C] arm32

This includes Linux Mint 17 for x64

Raspberry Pi for arm32

openSUSE

42.2

x64

Tizen

4

[S] arm32

Tizen .NET Developer Preview

Mac OS X

10.Dua

x64

  • Note: The goal is to support these OS’s up to the version that has released when .NET Core 2.0 releases. Some will be officially supported by Microsoft and/or Samsung while others may be made available with community support. Entries will be supported by Microsoft per the Microsoft support policy except where support is explicitly called out as coming from elsewhere.
  • [S] This is supported by Samsung.
  • [C] This is supported by the Community

 

Dilansir dari google, bing dan berbagai web lainnya, berikut kami merangkum artikel Microsoft ingin .NET Core bisa menggantikan Java, semoga informasi ini bermanfaat.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

16 − 12 =