Bambonghore Tekno | Logika Informatika

Posted on 1,304 views

Logika berasal dari bahasa Yunani, yaitu logos yang artinya kata, ucapan atau alasan. Jadi, logika adalah ilmu untuk berfikir dan menalar dengan benar.

Logika berhubungan dengan penalaran (reasoning). Perhatian utamanya tertuju pada upaya untuk membedakan argumen-argumen yang baik dari yang buruk.

Salah satu orang pertama yang meletakkan beberapa aturan tentang penalaran adalah Aristoteles, sang filsuf terkemuka dari Yunani kuno.

?Logika" bagi Aristoteles dan para pengikutnya tidak mengkategorikan sebagai satu ilmu pada antara ilmu-ilmu yg lain. Menurut Aristoteles ?Logika? Merupakan persiapan yang mendahului ilmu-ilmu.

Atau dapat dikatakan bahwa ?Akal? Merupakan indera (organon) buat mempraktikkan ilmu pengetahuan. Selama hampir dua ribu tahun sesudahnya, akal nyaris permanen sama sebagaimana yg ia wariskan.

Orang pertama yang menggunakan istilah “logika” adalah Cicero (abad pertama  sebelum Masehi) tetapi dalam pengertian “seni berdebat’. Di kemudian hari, yakni pada permulaan abad ketiga masehi, Alexander Aphrodisias menggunakan istilah “logika” dengan arti yang dikenal sekarang.

Sampai berabad-abad lamanya pembicaraan mengenai akal tidak mengalami perkembangan melainkan masih permanen sama misalnya dalam ketika Aristoteles. Immanuel Kant (Abad XVIII) berkata akal nir mengalami perkembangan.

Akan tetapi dalam pertengahan abad XIX akal mengalami perkembangan karena ada bisnis berdasarkan beberapa tokoh yang mencoba menerapkan matematika ke pada nalar.

Gejala itu sekarang dikenal menjadi waktu keluarnya nalar terkini. Sejak waktu itu logika dibedakan sebagai akal tradisional/klasik & nalar modern yang lazim dikenal sebagai akal matematika/simbolik.

Logika tradisional/klasik adalah sistem kreasi Aristoteles yang berfungsi buat menganalisa bahasa. Sedangkan logika terbaru berusaha menerapkan prinsip-prinsip matematik terhadap logika tradisional menggunakan menggunakan lambang-lambang non-bahasa.

Dengan demikian keduanya berkaitan erat satu dengan yg lain. Oleh karenanya memahami ke 2 macam akal dengan baik adalah donasi yg sangat besar pada berpikir yg teratur, sempurna, & teliti.

Logika dijuluki menjadi ?Kalkulusnya ilmu komputer.? Argumen ini berdasarkan pada berita bahwa akal memainkan kiprah mendasar pada ilmu komputer, sejajar dengan kiprah kalkulus pada ilmu-ilmu eksakta & rekayasa.

Kita mempunyai bidang-bidang dalam ilmu komputer yang berpijak pada nalar, misalnya arsitektur komputer (gerbang logika), rekayasa perangkat lunak (spesifikasi dan verifikasi), bahasa-bahasa pemrograman (semantik, pemrograman nalar), basis data (aljabar relasional dan SQL), kecerdasan protesis (teorema verifikasi otomatik), algoritma (kompleksitas), dan teori komputasi (gagasan-gagasan generik tentang komputabilitas).

Sebagai gambaran sederhana, menggunakan pemahaman mengenai aljabar nalar yg nantinya akan pelajari, penulisan perintah kondisional atau query yg panjang pada dalam sebuah pemrograman, misalnya :

if A = 1 and (A <> 1 or B = 2) then … append from X where (nil = “B” or prak = “C”) and ((prak = “C” or nil =”B”) and absen > 70)) …
		

dapat diringkas, dan oleh karenanya lebih mudah dimengerti, sebagai berikut.

if A = 1 or B = 2 then … append from X where (nil = “B” or prak = “C”) and absen > 70 …
		

Logika modern saat ini telah berkembang menjadi kajian ilmiah dan matematis, tidak lagi sekedar bergelut di tataran filosofis. Berangkat dari simbolisme Boolean, dan pengembangannya berupa aljabar Boolean, para ahli terus berupaya mengembangkan ilmu logika beserta variasi-variasinya termasuk di antaranya logika proposisional (propositional logic), logika orde pertama (first order logic), dan yang paling trakhir, logika fuzzy (fuzzy logic).

Secara singkat manfaat akal bisa dikategorikan sebagai berikut.

  1. Logika menyatakan, menjelaskan, dan mempergunakan prinsip-prinsip abstrak yang dapat dipakai dalam semua lapangan ilmu pengetahuan (bahkan seluruh lapangan kehidupan).
  2. Logika menambah daya berpikir abstrak dan dengan demikian melatih dan mengembangkan daya pemikiran dan menimbulkan disiplin intelektual.
  3. Logika mencegah kita tersesat oleh segala sesuatu kita peroleh berdasarkan autoritas, emosi, dan prasangka.
  4. Logika di masa yang sekarang dikenal sebagai “era of reason“, membantu kita untuk mampu berpikir sendiri dan tahu memberakan yang benar dari yang palsu.
  5. Logika membantu orang untuk dapat berpikir lurus, tepat dan teratur karena dengan berpikir demikian ia dapat memperoleh kebenaran dan menghindari kesehatan.

Sekian artikel kali ini.

Praktis-mudahan berguna.

Note : slide ke kiri atau kanan, buat melihat code lebih lengkap

Note : slide ke kiri atau kanan, buat melihat code lebih lengkap

 

Dilansir dari google, bing dan berbagai web lainnya, berikut kami merangkum artikel Logika Informatika, semoga informasi ini bermanfaat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − 8 =