Bambonghore Tekno | Linux Foundation: TIZEN hadir untuk memperjuangkan keterbukaan pada OS mobile

  • Share

Brian Warner saat membuka TDC 2013

Menurut Linux Foundation, Linux adalah kuda (meskipun mempunyai simbol penguin) yang dibatasi buat memperlihatkan kepada pembuat dan konsumen sebuah alternatif pada perlombaan 2 kuda terdepan antara sistem operasi (OS) Windows & Macintosh. Begitu jua dengan TIZEN yg dipimpin sang konsorsium proyek open source lainnya, yg pula hadir untuk melakukan hal yang sama pada ruang mobile.

TIZEN merupakan sistem operasi open source berbasis standar yg didesain untuk banyak sekali perangkat. Platform ini didasarkan dalam keterbukaan yang sama seperti OS Linux, yg sudah mendapatkan loka di beberapa tahun terakhir menjadi keliru satu sistem operasi pilihan buat smartphone.

"Dalam ruang perangkat mobile yg sangat kompetitif, TIZEN menonjol karena kemampuannya yang unik buat membentuk & menumbuhkan sistem operasi mobile baru, terbuka dan fleksibel yg memungkinkan pengembang buat menulis sekali/berjalan di banyak perangkat. Akibatnya, TIZEN memberikan nafas udara segar ke pasar mobile dengan memungkinkan inovasi baik dari pemimpin industri & penggemar individu," kata Brian Warner, senior member services manager di Linux Foundation.

Walaupun ketika ini masih serius dalam perangkat mobile, namun sebenarnya TIZEN bertujuan buat memperlihatkan pengalaman terpadu yang kuat pada beberapa perangkat: smartphone, tablet, smart TV, PC & pada sistem ‘infotainment’ pada kendaraan.

TIZEN nir didasarkan pada teknologi proprietary seperti OS lainnya, namun lebih pada koleksi yang luas dari aneka macam proyek open source, termasuk Linux. Aplikasi dapat ditulis baik dengan menggunakan spesifikasi baku industri yang terbuka misalnya HTML5 dan JavaScript, atau menggunakan toolkit TIZEN native.

Platform lain sudah membuang teknologi tadi buat prioritas khusus web kelas 2 pada beberapa perkara, namun TIZEN sudah merangkul poly manfaat berdasarkan adopsi teknologi web cross-platform buat memberdayakan kreator game. Engine pengembangan game dan SDK populer, termasuk Unity, Havok dan Marmalade, telah mengadaptasi editor mereka untuk TIZEN framework.

Warner menyampaikan: "Dengan warisan open source dan baku, galat satu tujuan primer TIZEN merupakan buat menggantikan lanskap yg rumit berdasarkan solusi platform terintegrasi secara vertikal menggunakan konsorsium terbuka dan transparan."

Perangkat komersial pertama TIZEN belum tersedia, sehingga saat ini belum ada model publik buat game yang dibangun untuk TIZEN di luar yg telah dipresentasikan dalam Tizen Developer Conference.

Namun, pembuat hardware utama telah membuat langkah buat membarui itu.

Raksasa teknologi Samsung dan Intel yang terbaru meluncurkan Tizen App Challenge, yg memberikan hibah lebih menurut $4 juta pada bentuk uang tunai bagi pengembang untuk membuat game dengan TiZEN atau memporting sebuah pelaksanaan buat OS open source ini. Hal ini mengundang poly pengembang buat menyerahkan segala macam game dari berbagai judul aksi dan RPG sampai yg bertema olahraga & puzzle.

"Kontes ini menghasilkan pencerahan utama terhadap TIZEN, sementara pula menarik pelaksanaan menurut berbagai pengembang," jelas Warner. "Hack-a-thon industri, devlabs & konferensi pengembang Samsung buat pertama kalinya pada bulan Oktober ini, juga memberikan dorongan untuk pengembangan Tizen," jelas Warner.

Versi terbaru TIZEN 2.Dua, berisi beberapa perubahan pada UI, termasuk tombol hardware buat back & menu menggantikan tombol aplikasi, Access Control yang lebih halus untuk API privileges yg didukung sang Smack dan IDE dan live editing/previews untuk file CSS dan HTML5. Ini tersedia buat diunduh kini pada developer.Tizen.Org.

Membuat pengembang buat mencoba lingkungan pengembangan baru mampu menjadi suatu tantangan, & proses mendapatkan pengembang buat merangkul TIZEN tampaknya menjadi sudah berlangsung secara bertahap.

Tapi ada laba besar pada memprioritaskan kerangka pengembangan & ekosistem HTML5, dan Warner melihat TIZEN sebagai platform buat membuka lebih poly pilihan bagi komunitas pengembangan game.

Dia menyimpulkan: "Pada Linux Foundation kita sahih-sahih percaya dalam kekuatan pilihan. Sederhananya, pilihan menunjuk ke kompetisi, persaingan mengarah dalam penemuan, & penemuan pada taraf industri menguntungkan pengguna. Kami benar-benar percaya pada Proyek TIZEN, dan berpikir bahwa beliau memiliki kemampuan untuk menaruh sesuatu yg unik baik buat pengembang pelaksanaan dan konsumen mobile."

Via Develop-Online

 

Dilansir dari google, bing dan berbagai web lainnya, berikut kami merangkum artikel Linux Foundation: TIZEN hadir untuk memperjuangkan keterbukaan pada OS mobile, semoga informasi ini bermanfaat.

Baca Juga :   Bambonghore Tekno | Samsung luncurkan Smart Home di CES 2014
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

4 × two =