Bambonghore Tekno | Hubungan Samsung dengan mitra dan pesaingnya

  • Share

"Kita akan melihat migrasi yang cepat pada sektor IT – berdasarkan perusahaan hardware ke perusahaan software," kata Lee Kun-hee, Chairman Samsung Electronics, sehari selesainya pengumuman akuisisi Motorola sang Google. Chairman Lee dilaporkan telah memerintahkan eksekutifnya buat mengejar ketertinggalannya menggunakan perusahaan software besar lainnya. Dalam hal ini, Samsung jua merasa perlu buat menjauhkan diri dari Google sampai batas tertentu.

Ketergantungan perusahaan Korea ini pada sistem operasi Google Android untuk produk mobile-nya sudah membantu mereka buat menjadi pembuat smartphone terbesar pada global dalam kuartal ketiga tahun lalu, dengan mengalahkan Apple. Tapi poly analis mengatakan bahwa ketergantungan misalnya ini jua bisa mengakibatkan kejatuhan mereka.

"Android memiliki kelemahan pada hal paten, sehingga respon Samsung telah sempurna," kata seorang analis di Korea. "Samsung jua memerlukan diversifikasi buat sistem operasi diluar Google Android."

Dan yang paling berbahaya mempunyai ketergantungan yg hiperbola pada Android merupakan masuknya Google ke dalam bisnis hardware sendiri setelah mengumumkan bahwa mereka sudah mendapatkan Motorola. Paduan antara perusahaan hardware & software merupakan sebuah tren baru, terutama sehabis kesuksesan Apple. Setelah mengikuti jejak Facebook menggunakan menciptakan jejaring sosial seperti Google , tentu sangatlah mungkin bagi perusahaan ambisius misalnya Google jua akan mengikuti strategi Apple. Apalagi terbukti Apple telah berhasil menjadi galat satu perusahaan terkaya di global melalui sinergi software dan hardware-nya.

"Ini tidak akan menjadi kasus besar ," istilah Choi Gee-sung, Vice Chairman & CEO menurut Samsung Electronics. "Samsung memiliki sistem operasi sendiri dan kita jua bisa menggunakan sistem operasi Microsoft."

Vice Chairman Samsung Electronics Choi Gee-sung bersama dengan pendiri Microsoft Bill Gates ketika CES 2007

Microsoft sebagai perusahaan perangkat lunak lainnya juga memiliki daya tarik yang jelas buat Samsung. Beberapa saat yg lalu Samsung & Microsoft sudah menandatangani konvensi untuk pengembangan dan pemasaran perangkat Windows Phone. Kesepakatan itu jua mencakup lisensi paten yg lebih luas.

"Berdasarkan kesepakatan itu, Samsung akan membayar royalti pada Microsoft buat paten dalam smartphone dan tablet Android, dan ke 2 perusahaan akan bekerja sama pada pengembangan dan pemasaran Windows Phone," kata Samsung pada pernyataan tentang kesepakatan ini.

Di sisi perjanjian lisensi, Microsoft sudah menuntut perusahaan teknologi yg menjual perangkat berbasis sistem operasi Google Android buat membayar biaya untuk penggunaan beberapa paten milik Microsoft. Microsoft sudah menandatangani perjanjian lisensi yg sama menggunakan HTC Taiwan, Pantech dan LG berdasarkan Korea, serta vendor Android lainnya dengan alasan yang sama.

Sistem operasi mobile Microsoft Windows Phone waktu ini sedang berjuang buat menerima popularitas, misalnya sistem operasi bada milik Samsung. Jadi lewat konvensi ini kedua perusahaan nir akan kehilangan apapun, yg ada adalah sisi positif yg saling menguntungkan.

Dalam beberapa bulan terakhir ini, upaya Samsung buat mengurangi ketergantungan pada Android & meningkatkan kecepatan diversifikasi dalam platform perangkat lunak mobile mereka sudah menjadi jelas dengan ditampilkannya versi modern 2.0 berdasarkan bada, & menyampaikan jua bahwa mereka akan membuka bada ke produsen lain. Ini sejalan dengan janji Presiden Samsung Mobile J.K. Shin bahwa "perusahaannya akan bekerja lebih keras buat menyebarkan bada." Dan jua beredar rumor di aneka macam media di Korea bahwa penghasil smartphone lain seperti LG Electronics dan Pantech telah meminta pada Samsung agar mereka bisa menggunakan OS bada untuk smartphone mereka. Mungkin Samsung akhirnya lebih memilih buat menyebarkan OS lain seperti Tizen supaya sanggup dipakai vendor lain daripada membuka bada.

Bahkan Microsoft terlihat sangat nyaman berafiliasi dengan Samsung. Terbukti Licrosoft memakai tablet buatan Samsung untuk memamerkan sistem operasi Windows 8 terbarunya pada konferensi pengembang tahunan. Mereka sebelumnya jua memakai smartphone Samsung buat perangkat resmi Windows Phone yg diperuntukkan buat pengembang pelaksanaan.

Meskipun sudah sukses menggunakan Android, tetapi Samsung telah usang menggunakan strategi multi-OS. Untuk perangkat mobile, Samsung memakai Android, Windows Phone & bada. Samsung jua mengumumkan telah berinvestasi bersama-sama dengan Intel buat mengembangkan platform mobile Tizen yang baru. Ini akan menaruh empat kartu OS pada tangan Samsung, yang bisa memberikan impak pada pengembangan produk dan peluncurannya.

Samsung memiliki banyak paten yang herbi komunikasi, sama halnya misalnya Motorola dan Nokia. Tetapi Microsoft & Intel memiliki lebih poly paten pada bidang sistem operasi dan komputasi. Kesepakatan dengan Microsoft dan Intel akan menjadi pijakan yang kuat buat Samsung buat menjadi kekuatan yg sama seperti Apple atau lebih akbar lagi, dan dalam saat yang sama bisa meninggalkan Google jika nantinya wajib bersaing pada pasar mobile.

Kerjasama menggunakan Intel lewat Tizen juga membuka peluang Samsung buat bisa merilis smartphone berbasis perangkat lunak mereka sendiri pada pasar Amerika. Selama ini sangat sulit perusahaan aplikasi menurut luar buat menembus pasar Amerika. Sejarah sudah mencatat waktu masa kejayaan Nokia dengan Symbian nya yg nir pernah berhasil ketika dipasarkan di Amerika. Sebagai keliru satu perusahaan teknologi terbesar di Amerika, Intel tentu akan sanggup membantu Samsung melewati banyak sekali kendala di negeri Paman Sam.

Vice Chairman Choi pertama kali mengisyaratkan tentang kehadiran Tizen saat berbicara kepada wartawan pada sela-sela acara IFA 2011 yang lalu di Jerman, dengan berkata bahwa "[perusahaannya] pula sedang dalam proses pengembangan sebuah OS lain selain bada."

Samsung untuk saat ini juga tidak akan mampu lepas menurut Apple, & begitu juga sebaliknya. Apabila permintaan pasar akan Apple pada pasar terus meningkat, maka dipastikan komponen buatan Samsung pula akan laku dipesan oleh Apple. Apple memang terus berusaha mencari penyuplai komponen lain diluar Samsung, namun pada saat dekat akan sulit mencari yang memiliki kualitas setara. Dengan mulai mengurangi ketergantungan terhadap Android melalui Tizen, Samsung tidak akan dihantui masalah tuntutan paten Apple lagi & mampu bernegoisasi menggunakan baik buat harga komponennya.

 

Dilansir dari google, bing dan berbagai web lainnya, berikut kami merangkum artikel Hubungan Samsung dengan mitra dan pesaingnya, semoga informasi ini bermanfaat.

Baca Juga :   Bambonghore Tekno | Linux Foundation umumkan pemenang Tizen App Challenge berhadiah $4 juta
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

two × 4 =