Bambonghore Tekno | Bagaimana cara kerja 5G?

  • Share

Dalam saat dekat, 5G akan sahih-benar mengubah cara orang memakai dan berkomunikasi menggunakan teknologi. Ini bahkan akan mengganti cara di mana teknologi yang tidak selaras saling berkomunikasi satu sama lain. Semua ini akan berlangsung lebih cepat & lebih handal daripada sebelumnya. Akibatnya, unduhan akan berlangsung menggunakan kecepatan kilat, tunggangan otonom akan lebih kondusif berkat ketika reaksi yg lebih cepat, dan industri akan berubah dengan cara baru buat menghubungkan mesin dan stok.

Rahasia kecepatan super cepat 5G, latensi yang sangat rendah dan konektivitas yang tak tertandingi terletak pada tiga teknologi utamanya: eMBB (enhanced Mobile Broadband), URLLC (Ultra Reliable & Low Latency Communications) dan mMTC (massive Machine-Type Communications).

eMBB (enhanced Mobile Broadband): Ini adalah teknologi yang memungkinkan pengguna mengunduh film berdurasi panjang definisi tinggi 15GB dalam waktu 6 detik. Itu jauh lebih cepat dari 4 menit yang saat ini dibutuhkan untuk mengunduh film yang sama pada koneksi 4G.

Dengan eMBB, sejumlah besar data dapat ditransmisikan pada kecepatan yang jauh lebih tinggi. Jaringan 5G dapat menghadirkan kecepatan transmisi data puncak hingga 20Gbps (2,5GB data ditransmisikan per detik).

URLLC (Ultra Reliable & Low Latency Communications): Tujuannya dengan kendaraan otonom adalah selalu membuat pengalaman berkendara seaman mungkin. Berkat URLLC, tabrakan kendaraan otonom akan cenderung lebih jarang terjadi pada era 5G, karena untuk penundaan sinyal hanya satu milidetik (ms), sehingga dengan demikian mobil hanya akan bergerak beberapa sentimeter sebelum berhenti saat bahaya terdeteksi. Ini adalah lompatan besar dari 4G sebelumnya, dimana jarak yang ditempuh mobil sebelum berhenti begitu bahaya terdeteksi adalah sepanjang satu meter.

Baca Juga :   Cara Membuat Passcode Lock di iPhone dan iPod Touch - Teknologi Informasi

URLLC menjanjikan jaringan yang stabil dan latensi serendah mungkin untuk memulai konektivitas. (Semakin rendah latensi – diukur dalam milidetik – semakin baik kinerja jaringan.) Ini akan memungkinkan latensi satu milidetik antara perangkat pengguna dan jaringan, dibandingkan dengan puluhan milidetik saat ini. Ini juga sangat berguna untuk layanan yang memerlukan korespondensi jaringan real-time, seperti remote control dari robot, dan game interaktif yang berlangsung real-time.

mMTC (massive Machine-Type Communications): Teknologi ini menetapkan fondasi untuk masa depan yang dijalankan dengan IoT (Internet of Things) dimana sebagian besar perangkat digital akan terhubung. 5G akan mendukung mMTC, yang memungkinkan mesin (sampai satu juta perangkat dalam area seluas satu kilometer persegi) untuk berkomunikasi satu sama lain dengan keterlibatan manusia yang minim sekali.

mMTC juga akan mendukung berbagai aplikasi industri. Misalnya, modifikasi proses manufaktur berdasarkan permintaan real-time dari konsumen akan dimungkinkan melalui modul koneksi 5G yang dimasukkan ke dalam peralatan pabrik. Selanjutnya, organisasi persediaan akan ditingkatkan sementara kerusakan produk akan berkurang, berkat kemampuan belajar robot yang ditingkatkan yang terhubung melalui 5G.

 

Dilansir dari google, bing dan berbagai web lainnya, berikut kami merangkum artikel Bagaimana cara kerja 5G?, semoga informasi ini bermanfaat.

Author Profile

Banaf
Banaf
Latest entries
Baca Juga :   Bambonghore Tekno | Samsung rilis solusi LED untuk pencahayaan hortikultura
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

four × five =