Bambonghore Tekno | Arah baru Samsung sebagai perusahaan software dan data (Bagian 3)

  • Share

Baca sebelumnya: Krisis kepemimpinan di Samsung (Bagian dua)

Samsung Electronics sudah meluncurkan visi berani buat berubah sebagai "perusahaan software & datadanquot; yg akan beranjak pada industri di luar manufaktur hardware dan komponen semikonduktor dalam persiapan untuk revolusi industri keempat.

Raksasa teknologi Korea Selatan ini melihat data sebagai "minyak baru" yg akan menjadi kekuatan pendorong berikutnya di pulang revolusi industri yang akan tiba, menggantikan minyak yang sudah memimpin revolusi industri dalam abad ke-20.

"Samsung sekarang menjadi perusahaan data," istilah Sohn Young-kwon (???), presiden & chief strategy officer di Samsung Electronics. "(Samsung) bisa mengumpulkan data melalui smartphone, & chip kami mentransfer & menyimpan data – 70 persen data global diproduksi dan disimpan memakai produk Samsung."

Sohn mengungkapkan bahwa Samsung akan membentuk gelombang penemuan masa depan menggunakan data, menambahkan bahwa pasokan Chip DRAM (dynamic random access memory) belum dapat memenuhi permintaan yg berkembang yg didorong sang pertumbuhan data akumulasi yg cepat baru-baru ini. "Ini menghadirkan peluang akbar bagi Samsung," istilah eksekutif Samsung tadi.

Sohn mencatat bahwa perusahaan petrokimia dan keuangan seperti ExxonMobil, Royal Dutch Shell, China Petroleum, Gazprom, & BP mengisi daftar 10 super besar teratas global dari nilai kapitalisasi pasar 10 tahun yang kemudian, namun perusahaan pembuat dan pengelola data misalnya Apple, Google, Facebook, Amazon, Alibaba, & Tencent sudah dengan cepat menggantikan mereka pada beberapa tahun terakhir.

Baca Juga :   Bambonghore Tekno | 15 Tanya Jawab Seputar Beli Token Listrik di Shopee

Dia juga menambahkan bahwa perusahaan yang baru-baru ini diakuisisi oleh Samsung sebagian besar merupakan perusahaan yg terlibat dalam industri data. Raksasa teknologi Korea ini mengakuisisi Harman International Industries seharga $8 miliar tahun lalu, perusahaan Internet of Things (IoT) SmartThings dalam tahun 2012, layanan pembayaran mobile LoopPay pada tahun 2015, dan pengembang kecerdasan protesis (Artificial Intelligence/AI) & asisten impian Viv, yang semuanya memiliki teknologi inti buat membuat & menganalisa data berskala akbar di bidangnya masing-masing.

Berdasarkan visi sebagai "perusahaan data," Samsung Electronics diperlukan bisa mempromosikan investasi & akuisisi yg serius dalam usaha data mulai tahun depan.

Menurut Sohn, genre data akan membawa inovasi pada mobil tanpa sopir dan teknologi perawatan mobil itu sendiri, yg akan mendesak kalangan usaha & pemerintah buat segera mempersiapkan era ekonomi data dengan mengambil risiko & mengurangi regulasi.

"Hanya dalam 60 detik, Google menangani hampir 380.000 kueri, dan tiga,3 juta postingan diunggah pada Facebook," kata Sohn. "Banjir data misalnya itu membangun peluang baru dalam industri perawatan kesehatan & mobil tanpa sopir."

Sohn menambahkan bahwa peningkatan data secara eksponensial menggunakan konektivitas yang disempurnakan dalam akhirnya akan memungkinkan AI & IoT buat memimpin inovasi pada kehidupan manusia. Akumulasi data selama beberapa dasa warsa terakhir ini siap melakukan perubahan besar dalam kehidupan insan selesainya diaplikasikan ke berbagai sektor seperti kesehatan, transportasi, manufaktur, dan pertanian. Perangkat baru seperti smartphone telah berfungsi menjadi katalisator dalam menaikkan industri baru.

Baca Juga :   Bambonghore Tekno | 20 Aplikasi Terlaris di Tizen Store bulan November 2018

Eksekutif Samsung ini memperkirakan bahwa ekonomi data akan memiliki impak paling akbar dalam industri perawatan kesehatan dan kendaraan beroda empat tanpa sopir. Dia memproyeksikan harganya hanya $100 buat menganalisa genom insan 10 tahun lalu & analisis genom yang umum akan membuat peluang baru dalam masyarakat lansia dengan menunjukkan perawatan yang diadaptasi dan memungkinkan prediksi penyakit.

Sohn mengutip peraturan ketat & kurangnya kewiraswastaan ??Pada Korea menjadi penghalang pada era ekonomi data. Negara yg penduduknya senang menyampaikan "pali-pali (????)" atau budaya serba cepat ini dapat membantu mempromosikan pertumbuhan secara holistik, tetapi jua bisa menahan kemajuan. Sohn mendesak perusahaannya untuk melakukan investasi jangka panjang dengan sabar sambil menunggu lima hingga 10 tahun ke depan, sama misalnya saat Samsung dulu berinvestasi di usaha semikonduktor & panel layar yg hasilnya bisa dinikmati kini .

 

Dilansir dari google, bing dan berbagai web lainnya, berikut kami merangkum artikel Arah baru Samsung sebagai perusahaan software dan data (Bagian 3), semoga informasi ini bermanfaat.

Author Profile

Banaf
Banaf
Latest entries
Baca Juga :   Bambonghore Tekno | Chip Intel makin ramping, dari 14nm, 10nm hingga 7nm
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

20 + three =