Bambonghore Tekno | Ada saatnya lebih baik berlari sendirian di depan

Posted on 17 views

Saat Google mengumumkan Daydream VR, platform impian reality (VR) berbasis Android di Google I/O 2016 yang berakhir minggu kemarin, Samsung disebutkan menjadi partner beserta dengan penghasil smartphone Android lainnya seperti Huawei, HTC, Sony, Xiaomi, Motorola & LG. Disaat yang sama, seperti kita memahami, Samsung sudah mempunyai platform VR sendiri di pasar lewat tampilan perdana Gear VR. Walaupun menggunakan smartphone berbasis Android menjadi layar & sistem komputasinya, namun Gear VR berjalan pada software Tizen yg ditanamkan diatas smartphone Galaxy berbasis Android.

Ini bukan pertama kalinya Samsung membuat pelaksanaan software berbasis Tizen untuk berjalan dalam perangkat Android. Sebelumnya ada Knox, solusi keamanan buat perangkat dan layanan Samsung yg pertama kali hadir pada smartphone Galaxy berbasis Android. "Tizen menjadi lebih penting bagi kami. Ini adalah salah satu cara buat mampu menjual smartphone menggunakan harga terjangkau pada pasar negara berkembang. Tizen juga telah memberi kekuatan buat produk TV, wearable dan IoT kami. Bahkan jua buat solusi keamanan kami, Knox. Kami sangat berfokus terhadap Tizen. Ini merupakan sistem operasi yg latif," kata Mihai Pohontu, wakil presiden buat emerging platform pada Samsung Electronics.

Dan kedepannya, Samsung berencana buat meluncurkan headset VR yg mandiri, tanpa tergantung dalam smartphone. "Kami sedang bekerja dalam perangkat VR nirkabel & berdedikasi, yang nir perlu bergantung menggunakan ponsel kita," kata Rhee In-jong, ketua divisi software di Samsung Mobile. Beberapa fitur lain yg sedang dijajaki buat headset VR generasi berikutnya adalah pelacakan gerakan & tangan. Tetapi, Rhee memperingatkan bahwa mungkin dibutuhkan ketika beberapa tahun lagi sebelum kita mampu melihat banyak sekali fitur ini pada perangkat Samsung, lantaran industri sendiri belum siap buat ini. "VR memang menakjubkan, namun industri masih pada masa pertumbuhan," katanya.

Untuk waktu ini Samsung masih bekerjasama menggunakan Facebook lewat anak perusahaannya Oculus untuk sebagian besar ketersediaan konten perangkat lunak untuk Gear VR. Tetapi Samsung secara berdikari jua bekerja pada konten VR mereka sendiri lewat peluncuran kamera Gear 360 dan VR Upload SDK yg menaruh kemudahan buat pengembang membuat & mempublikasikan konten VR ke Samsung Milk VR, toko konten VR milik Samsung.

Dari Android TV hingga Android Wear

Ini bukan pertama kalinya Google menjelaskan Samsung sebagai partner namun fenomena pada lapangan mengatakan lain. Yang pertama merupakan Google TV, platform Smart TV berbasis Android yg diluncurkan waktu berlangsungnya Google I/O 2010. Saat berlangsungnya CES 2012, Google mengumumkan bahwa Google TV buatan Samsung akan meluncur di tahun ini jua, beserta-sama dengan LG, Sony & Vizio. Ini merupakan generasi ke 2 Google TV yg berbasis Android Honeycomb, dimana generasi pertama Google bermitra menggunakan Sony dan Logitech.

Tetapi sampai tahun 2014 dimana Google TV digantikan sang Android TV, Samsung sama sekali tidak merilis satupun produk Smart TV berbasis Android. Mereka tetap setia menggunakan Orsay, platform Smart TV Samsung sebelum digantikan oleh Tizen pada tahun 2015, yang telah digunakan sejak tahun 2007. Samsung jua yg pertama kali meluncurkan toko pelaksanaan buat TV waktu berlangsungnya CES 2010 di bulan Januari pada Las Vegas.

Di CES 2010 Samsung meluncurkan OS bada & Samsung Apps sebagai toko pelaksanaan buat seluruh perangkat pandai

Dan yang kedua adalah Android Wear, platform Android buat smartwatch yang diluncurkan waktu berlangsungnya Google I/O 2014. Google mengumumkan Samsung sebagai keliru satu partner untuk Android Wear, bersama menggunakan LG, Motorola, Asus dan vendor smartphone Android lainnya. Sebagai partner, tercatat Samsung hanya sekali merilis smartwatch berbasis Android Wear, yaitu Gear Live dimana Samsung memakai desain Gear 2 yang telah dirilis sebelumnya sebagai smartwatch Tizen pertama minus kamera.

Lewat Tizen, Smart TV Samsung kini sanggup sebagai sentra dari smart home & dunia hiburan pada tempat tinggal yang terhubung dengan perangkat pintar lainnya. Sementara pada smartwatch, Samsung mampu menerapkan metode baru supaya pengguna mampu lebih cepat & tepat pada mengakses notifikasi dan pelaksanaan lewat bezel unik yg mampu diputar, konektivitas seluler dan fitur-fitur baru lainnya dengan cepat & tidak selaras dari pesaingnya. Itulah tujuan dari inovasi, agar selalu berada paling depan.

 

Dilansir dari google, bing dan berbagai web lainnya, berikut kami merangkum artikel Ada saatnya lebih baik berlari sendirian di depan, semoga informasi ini bermanfaat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × 2 =