5 Destinasi Wisata Alam Terbaik di Kota Balikpapan

Bambonghore.com – Kota Balikpapan dikenal sebagai Kota Minyak, kota penghasil minyak dan gas. Kota Balikpapan memiliki banyak tempat wisata yang sangat baik untuk dikembangkan baik dari taman kota, pantai hingga wisata hutan alam. Kota Balikpapan berasal dari hutan saat dibangun oleh Belanda pada tahun 1890. Kota Balikpapan memiliki peraturan yang mewajibkan 52% kawasan hijau dan 48% untuk pembangunan sehingga hutan dipertahankan sampai sekarang. Hutan di Pulau ini tersebar di mana-mana: dari tengah ke pinggiran. Inilah tempat wisata di kota Balikpapan.

1. Penangkaran Buaya Teritip

Peternakan Buaya ini terletak di Desa Teritip dengan luas total 5 ha. Ada 3.000 buaya pada populasi pengembangbiakan ini, ada tiga jenis buaya, yaitu Buaya Muara, Buaya Supit dan Buaya Air Tawar. Tempat ini buka untuk umum setiap hari mulai pukul 08.00-17.00. Untuk menuju kelokasi ini dapat menempuhnya dengan kendaraan motor atau mobil, serta dengan angkutan umum yaitu No. 7 dengan jarak 27 km dari pusat kota.

Pemangkasan buaya Teritorate adalah buaya pembiakan yang memiliki jumlah buaya paling banyak di Kalimantan Timur. Terdiri dari buaya muara yang paling dominan (Crocodylus porosus) dan dua buaya langka, buaya air tawar (Crocodylus siamensis) dan supercar (Tomistoma segellly). Ribuan buaya dipanen di lusinan kandang, pengunjung bisa melihat dari dekat dan bisa terus memberi makan ikan dan kucing hidup ke buaya. Bila buaya mendambakan makanan, hal itu menjadi masalah yang diminati pengunjung. Jika jadwal makan buaya hanya dua kali dalam seminggu. Namun, pengunjung bisa membeli satu ekor ayam untuk terus memberi pada buaya.

Selain melihat proses makan buaya, pengunjung juga bisa menikmati wisata kehidupan lainnya, yakni mengendarai dua gajah Lampung di komplek pembiakan buaya. Sebagai suvenir, Anda bisa menemukan berbagai suvenir buaya. Bagi yang berwisata kuliner, di Teritip Crocodile Farm juga bisa mencicipi sate buaya. Sate buaya diyakini memiliki manfaat kesehatan.

2. Hutan Konservasi Sungai Wine

Ini adalah hutan tropis yang masih harus ditangani oleh tangan manusia yang bodoh di Balikpapan. Dengan total luas hutan 10 ribu ha, Wain Forest Reserve merupakan tempat berlindung dari sejumlah spesies langka flora dan fauna, seperti orangutan, madu beruang, bekantan, semarang tas dan tanaman endemik Balikpapan yang disebut Halia Balikpapan. .

Terletak di KM 23 Jalan Balikpapan – Samarinda, ada empat paket wisata yang bisa Anda pilih untuk memiliki tempat pengalaman perjalanan. Paket ini dibedakan dengan jumlah tamu yang ingin melakukan perjalanan di kawasan hutan lindung. Biaya dari Rp 350 ribu rupiah ke Paket A (1-6 tamu).

Ada dua tur yang bisa Anda pilih, yaitu tur “Eco-PLH-Botanical Track” dan wisata “Mangrove and Selok Puda”. Juga, ada pemandu wisata yang akan membantu Anda di hutan lindung.

3. Kebun Raya Balikpapan

Kebun Raya Balikpapan diresmikan pada tahun 2014 oleh Menteri Kehutanan, Menteri Pekerjaan Umum, Kepala LIPI dan Gubernur Kalimantan Timur dan telah menjadi tujuan wisata baru bagi masyarakat Balikpapan. Kebun Raya ini terletak di KM 15 Jalan Poros Balikpapan-Raub, taman pengunjung akan mendapatkan informasi tentang Kebun Raya dengan fungsi dan perannya, serta tanaman unik dan unik yang merupakan koleksi. Disini pengunjung juga bisa membeli souvenir dan souvenir khusus dari Kebun Raya seperti T-shirt, gantungan kunci dan lainnya. Kebun Raya Balikpapan juga memiliki fasilitas seperti surau, toilet umum dan Guest House atau wisma yang dapat menunjang aktivitas pengunjung untuk tetap nyaman saat berada di kebun raya Balikpapan.

4. Pesona Taman Alam Bukit Bangkirai

5 Destinasi Wisata Alam Terbaik di Kota BalikpapanWisata Alam Bukit Bangkirai terletak di Km 38 dari Jalan Balikpapan-Raub Soekarno-Hatta, yang berbatasan dengan dua kota besar di Kalimantan Timur. Dari Kota Samarinda. Lokasi BukitBangkirai dapat dicapai dengan transportasi darat selama 90 menit, melalui Kantor Pusat Wanariset Samboja (km 38) sampai jarak 20 km dari lokasi HTI Batu Ampar. Dari Kota Balikpapan sekitar 45 menit.

Taman Alam Bangkirai merupakan cagar hutan alam yang dekat dengan kota dan berfungsi sebagai monumen hutan tropis di Kalimantan Timur. Hutan hujan tropis ini didominasi oleh vegetasi dari 1500 Ha famili Dipterocarpaceae. Cagar Alam Bukit Bangkirai (KWA-BB) terletak di Unit Pengelolaan Unit Pengelolaan Hutan Tanaman PT.Inhutani I (UMHTI).

Fasilitas di Cagar Alam Bukit Bangkirai:

Jembatan kanopi
Jembatan Canopy adalah jembatan yang pohonnya dengan master pohon lainnya sering juga dikenal dengan sebutan title bridge. Tahap pertama pembangunan dilakukan pada bulan Januari 1998 dan tahap kedua konstruksi selesai pada bulan Februari 1998. Pekerjaan jembatan ini dilakukan oleh kontraktor Amerika yang tergabung dalam Canopy Contrction terkait, untuk membantu personil lokal. Selain kayu, semua bahan yang digunakan dalam pengembangan Canopy Bridge adalah Galvanized Designs buatan Amerika dan konstruksi merupakan teknologi terbaru di lapangan. Hal ini untuk menjamin keamanan dan keamanan pengunjung saat melintasi jembatan. Konstruksi dan jembatan kanopi umur dalam mengantisipasi bertahan hingga 15-20 tahun seiring dengan umur pohon Bangkirai sebagai penyangga

Rumah Lamin
Ini berfungsi sebagai bangunan berupa Rumah adat Dayak yang sering digunakan untuk rapat dan Pondok. Ada 5 cotttages sebagai pondok, sebuah etalase bergaya rumah tradisional dengan fasilitas modern termasuk: TV, AC dan dingin.

Jalur Setapak (track)
Ini berfungsi sebagai Adventure Jungle Tracking dan fasilitas observasi flora / fauna. Sepanjang jalur Anda bisa menemukan flora / fauna unik seperti jenis burung, beruang madu, babi hutan, kera dan sebagainya.

Koleksi Tanaman
Ada beberapa jenis anggrek hutan yang dikembangkan yaitu Anggrek Hitam (Coelegyne pandurata), Ornamen Tebu, Squid Dragon dan lainnya, serta anggrek timur seperti Orkid Kalla, Vanda, Dendorium dan sebagainya.

Camping area (Camping ground).
Berfungsi sebagai area camping.

5. Batu Dinding

Terletak di Kampung Bukit Merdeka, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Jika ingin mengembara ke batu dinding, jalan-jalanlah melalui Jalan Soekarno Hatta, bawa ke Balikpapan ke Raub. Tepat di kilometer 45, ke kiri, ada sebuah gerbang, di sebelah kiri jalan. Dari sana pintu masuk ke area. Obyek wisata ini adalah alur batu dengan celah di sisi kirinya yang hanya sekitar 1 meter dengan panjang belitan 500 meter. Daya tarik ini sangat sejuk dan sejuk, cocok untuk menikmati hari. Dari terbitnya matahari atau tenggelam
Dari Jalan sekitar 8 kilometer ke puncak batu. Jalan aspal sekitar 2 kilometer, sisa jalan batu. Pengendara sedan low wheel atau sejenisnya, tidak dianjurkan ke situs. Anda harus memandu mobil MPV beroda besar.

Lokasi wisata alam di Kota Balikpapan memiliki dukungan infrastruktur yang baik. Selain penerbangan dari berbagai maskapai, Balikpapan juga memiliki beberapa hotel berbintang yang menyediakan layanan kelas VIP serta berbagai harga terjangkau lainnya di sekitar kota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 − 5 =